Mencari pekerjaan, relasi bisnis, atau menambah pengetahuan pada masa kini bisa dilakukan dengan berbagai cara. Mulai dari mengikuti kursus, seminar, job fair, hingga menggunakan sosial media. Ya, berkat kecanggihan teknologi, proses mencari kerja tidak lagi sesulit dulu. Dan Anda bisa melakukannya menggunakan media sosial. Media sosial yang dianggap “professional” dan digunakan untuk mencari kerja adalah LinkedIn. Nama ini mungkin sudah tidak asing lagi.

Serupa dengan Facebook, Instagram, Twitter, dan banyak lagi lainnya, LinkedIn sangat patut dikategorikan sebagai media sosial. Tetapi tidak seperti kebanyakan media sosial lainnya, LinkedIn adalah website media sosial professional, yang dirancang untuk membantu penggunanya menjalin hubungan bisnis, berbagi pengalaman dan portofolio, serta tentu saja mencari pekerjaan.

Meskipun termasuk kategori media sosial lantas memicu banyak orang untuk berbuat kesalahan ketika menggunakan LinkedIn. Ya, sebagai sebuah media sosial, LinkedIn memiliki peruntukan yang berbeda. Sobat Unlimited, pada artikel ini Kami akan membagikan pada Anda tentang kesalahan menggunakan LinkedIn yang harus dihindari. Jadi, simak artikel ini sampai selesai, ya.

Kesalahan Menggunakan LinkedIn yang Harus Dihindari

LinkedIn saat ini tercatat memiliki lebih dari 400 juta pengguna dari seluruh dunia. Hal ini menjadikan LinkedIn sebagai platform atau media sosial professional yang terbesar. Mereka adalah pemimpin pasar. Meskipun begitu, masih banyak orang yang melakuan kesalahan ketika menggunkan media sosial yang satu ini.

Berikut ini adalah beberapa kesalahan menggunakan LinkedIn yang harus Anda hindari:

1. Membiarkan Bagian Ringkasan Kosong

kesalahan menggunakan linkedIn

Kesalahan pertama yang jamak ditemui adalah mengabaikan bagian “Ringkasan” di halaman profil kosong begitu saja. Sangat banyak pengguna LinkedIn yang dengan rajin menguraikan berbagai peran dan riwayat pekerjaan mereka selama ini. Hanya saja yang kemudian terjadi adalah mengabaikan bagian “Ringkasan” di bagian atas halaman profil.

Bisa dibilang ini adalah kesalahan yang besar. Di dunia yang serba cepat saat ini, kebanyakan orang tidak memiliki waktu untuk memeriksa seluruh riwayat pekerjaan Anda. Dan di sinilah fungsi “Ringkasan” bekerja. Pada bagian ini, Anda bisa menceritakan dengan menarik tentang siapa diri Anda, apa pekerjaan saat ini, dan apa peluang yang ingin dicapai di masa depan.

Ini adalah bagian yang penting dalam rangka branding pribadi Anda.

2. Profil Tidak Lengkap

Kesalahan kedua yang cukkup banyak tidak disadari oleh pengguna LinkedIn adalah hanya menuliskan titel pekerjaan Anda. Banyak ahli di bidan HR yang berpendapat bahwa seharusnya bagian ini bisa dioptimalkan pemiliki akun LinkedIn.

Segala informasi yang tertulis di akun LinkedIn tak ubahnya seperti CV digital. Jadi, jika CV tersebut tidak menampilkan informasi yang jelas, tentu akan merugikan Anda sendiri.

Daripada hanya sekadar menulis jabatan saja, akan lebih baik bagi Anda untuk menambahkkan bidang pekerjaan secara lebih spesifik. Contohnya jika jabatan Anda adalah seorang content writer, Anda bisa menuliskan “Content Writer Specialist”.

Atau, Anda juga bisa menyebutkan proyek apa yang pernah Anda kerjakan sebelumnya. Hal ini bisa menjadi nilai tambah di mata perekrut.

3. Tidak Menggunakan Foto yang Profesional

Kesalahan ketiga yang juga sangat umum dialami oleh orang yang belum mengenal LinkedIn adalah menggunakan foto profil yang tidak professional. Ya, memang, LinkedIn adalah media sosial, tetapi platform miliki Microsoft ini memiliki tujuan penggunaan yang berbeda. Ia diigunakan sebagai sarana berjejaring para professional.

Foto yang digunakan sebagai profil picture LinkedIn sebaiknya mencerminkan diri Anda dengan baik. Pastikan kepala dan wajah Anda terlihat jelas, latar belakang sederhana, dan menggunakan pakaian yang rapi.

Maka dari itu, agar menarik untuk dilihat recruiter atau orang lain di LinkedIn, pastikan Anda memajang foto yang rapi dan terlihat professional.

4. Mengirim Spam Pada Orang Tak Dikenal

Apakah Anda pernah mengirim pesan spam ke semua orang yang terhubung dengan Anda? Apakah pesan spam tersebut berhasil. Tentu tidak. Apalagi di LinkedIn. Kesalahan yang juga banyak terjadi di LinkedIn adalah mengirimkan spam. Jangan sekalipun mengirim pesan spam ke koneksi Anda di LinkedIn.

Salah-salah, koneksi Anda akan menghapus Anda dari daftar koneksi mereka. Di mana ini adalah hal yang sangat fatal.

5. Oversharing

Mengintegrasikan berbagai jejaring media sosial yang Anda miliki dengan LinkedIn bisa jadi pilihan yang baik. Namun, Anda juga harus ingat apa dan seberapa banyak yang akan Anda posting. Jangan malah akun LinkedIn Anda membagikan semua hal. Atau bahasanya dikenal dengan oversharing.

Sangat penting bagi Anda bagi Anda untuk memisahka mana urusan professional di LinkedIn dan bersenang-senang di Jejaring media sosial lain.

6. Menyerang Pengguna LinkedIn Secara Tertulis

Bagaimanapun, LinkedIn banyak digunakan sebagai tempat untuk berburu tenaga kerja professional. Tentu ketika sendang mencari karyawan banyak pertimbangan yang menjadi catatan seorang recruiter. Salah satunya adalah tentang cara bersikap.

Misalnya ketika seorang pengguna LinkedIn sedang dalam incaran recruiter, namun ternya tidak memiliki sikap terpuji? Seperti gemar melakukan tindak kekerasan tertulis pada pengguna lain.

Pastinya perilaku negative tersebut akan menjadi pertimbangan tersendiri untuk para perekrut. Terlebih lagi, para perekrut seringkali menelaah lebih dalam tentang aktivitas Anda di LinkedIn.

7. Terlalu Banyak Koneksi Tidak Dikenal

Selayaknya media sosial, sah-sah saja untuk menjalin pertemanan dengan siapa saja. Pun begitu dengan LinkedIn. Sah-sah saja untuk memiliki banyak koneksi di LinkedIn. Hanya saja, koneksi yang terlalu banyak dan tidak memberikan manfaat justru akan menjadi bumerang untuk Anda.

Padahal, banyak ahli HR yang mengimbau pengguna LinkedIn untuk berhati-hati dengan siapapun yang yang terkoneksi dengan akun LinkedIn Anda. Misalnya, siapa tahu rekan Anda di LinkedIn memiliki rekam jejak yang tidak bagus di tempat kerjanya. Jadi, ketika orang tersebut terlihat di daftar koneksi Anda, bisa jadi Anda akan ikut terseret ke image negative tersebut.

8. Trolling

Namanya juga media sosial, jadi sangat wajar jika memberikan komentar pada utas orang lain. Tetapi yang harus Anda perhatikan ketika berkomentar di utas pengguna lain adalah isi komentar Anda. Hindari untuk memberikan komentar bernada politis atau berbahasa kasar.

Selektiflah dengan apa yang Anda bagikan. Akan ada saat-saat ketika Anda tidak setuju dengan pendapat orang lain, dan sangat wajar untuk mengutarakannya. Tapi ingatlah untuk selalu menghormati orang lain ketika berkomentar.

Penutup

LinkedIn berbeda dengan media sosial lain dari sisi tujuan penggunaan. Jadi sangat penting bagi Anda untuk jangan sampai melakukan kesalahan menggunakan LinkedIn. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan Anda untuk tidak melakukan kesalahan ketika menggunakan media sosial LinkedIn.

Mau punya website keren untuk portofolio Anda? Ayo berlangganan domain dan hosting murah Unlimited sekarang juga!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *