Retargeting. Apakah kamu masih asing dengan istilah yang satu ini? Jika jawabanmu adalah “iya”, maka rasa penasaranmu akan segera terjawab. Ya, retargeting memiliki peran yang cukup penting untuk membuat pengunjung benar-benar menjadi pembeli. 

Mengapa bisa begitu? Karena tidak semua pengunjung yang mengklik iklan atau mengunjungi websitemu, akan benar-benar melakukan pembelian. Kadang ada saja sebab mengapa mereka belum dapat melakukan pembelian. Belum ada uang, misalnya. Atau, waktu promomu waktunya tidak pas, karena berada di akhir bulan. Kemungkinan-kemungkinan inilah yang membuat retargeting menjadi sangat penting. 

Karena itu, pada artikel kali ini kami akan berbagi dengan Sobat Unlimited semuanya, tentang apa itu strategi retargeting ads untuk meningkatkan penjualan. Jadi, simak artikel ini sampai selesai, ya. 

Apa itu Retargeting Ads? 

Retargeting adalah salah satu strategi online marketing, dimana brand atau perusahaan menayangkan iklan kepada pelanggan di media sosial, atau di website eksternal lainnya, yang terkait dengan informasi yang dilihat pelanggan sebelumnya. 

Tujuan utama dari retargeting sendiri adalah meyakinkan calon pelanggan potensial, untuk melakukan tindakan yang tidak dilakukan pada saat kunjungan awal. Hal ini kemudian dikenal sebagai call to action

Baca Juga : Cara Menjadi Web Developer, Bagaimana Caranya? 

Pada dasarnya, proses melakukan retargeting tidak jauh berbeda dengan saat kamu membuat iklan pertama kali. Namun, pada retargeting, fokusnya lebih pada target audiens tertentu, yang sekiranya berpotensi untuk kemudian menjadi pembeli. 

Bagaimana Cara Kerja Retargeting Ads? 

Retargeting ads menggunakan cara kerja dengan sistem pixel-based. Sebentar, apa itu pixel based? Pixel based adalah sebuah sistem yang mengandalkan bantuan JavaScript (Pixel) yang ditempatkan pada bagian tertentu di website. 

Dengan adanya kode tersebut, maka setiap kali ada pengunjung yang mampir ke websitemu, secara otomatis Pixel akan menyelipkan cookie secara anonymous ke browser yang digunakan pengunjung. 

Jadi, nantinya, saat pengunjung meninggalkan websitemu, disitulah Pixel akan bekerja. Pixel akan memberikan notifikasi kepadamu, kapan saat yang tepat untuk menayangkan kembali iklan pada audiens yang pernah mengunjungi websitemu. 

Jenis retargeting menggunakan Pixel ini hanya berlaku jika kamu beriklan menggunakan Google Adwords dan Facebook Ads. Keuntungan dari Pixel adalah jaminan bahwa iklanmu akan dilihat kembali oleh audiens yang pernah berkunjung ke websitemu sebelumnya. Dengan demikian, kamu bisa lebih berkesempatan untuk membawa mereka kembali berkunjung ke websitemu. 

Tujuan Retargeting Ads

Seperti yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya artikel ini, retargeting adalah salah satu strategi yang sangat penting dalam kampanye pemasaran. Pada dasarnya, retargeting ads sendiri memiliki dua tujuan, yaitu: 

Brand Awareness

Sudah jelas belaka, dengan melakukan retargeting dapat meningkatkan brand awareness dari pelanggan pada brand-mu. Retargeting dapat membantu brand-mu untuk diingat oleh pelanggan setelah interaksi sebelumnya. 

Dalam kasus ini, kamu bisa menampilkan jenis iklan yang menonjolkan fitur-fitur yang menjadi keunggulan produk. Kalau kamu bisa melakukan hal ini dengan efektif, bisnismu bisa berumur panjang karena dapat menjaga pelanggan. 

Konversi 

Dalam konversi, retargeting ads menargetkan audiens yang sudah mengenal produk atau mengunjungi websitemu. Hanya saja, mereka belum memiliki niatan untuk melakukan tindakan lebih lanjut. Seperti berlangganan, membuat akun, atau membeli produk. 

Disinilah pentingnya peran retargeting ads. Yaitu untuk menghasilkan konversi dengan meyakinkan target audiens untuk melakukan berbagai aksi lebih, saat mengunjungi websitemu kembali. 

Cara Menggunakan Facebook Retargeting Ads

Untuk kamu yang berminat melakukan retargeting ads, berikut cara melakukan retargeting menggunakan Facebook Ads Manager. 

1. Pastikan Facebook Pixel Telah Terinstall Pada Websitemu

Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah menginstal Facebook Pixel. Tanpa Pixel,kamu tidak akan bisa melacak siapa saja yang mengunjungi websitemu. Juga tak bisa mengenali perilaku saat berinteraksi dengan websitemu. 

2. Membuat Custom Audience

Jika Pixel telah terinstall, selanjutnya adalah membuat custom audience. Caranya, bukalah Facebook Ads Manager. Kemudian, pilih menu Audiences > Create Audience > Custom Audience. 

Setelah itu, kamu akan diarahkan pada halaman untuk menentukan target audience berdasarkan berbagai macam sumber. Sumber target audience sendiri ada cukup banyak. Antara lain seperti traffic website, customer file, app activity, dan offline activity. 

3. Menentukan Campaign Objective (Tujuan Iklan)

Setelah membuat target audience, selanjutnya kamu bisa memulai untuk membuat iklan dengan memilih menu pada Ads Manager >Create pada dashboard Facebook Ads Manager. 

Selanjutnya, memilih tujuan iklan. 

Baca Juga: Rekomendasi Website Untuk Belajar Desain Grafis

Umumnya, para pengiklan Facebook Ads cenderung memilih Traffic atau Conversion.  Kalau kamu ingin menargetkan agar audience kembali ke websitemu, pilihlah opsi Traffic. Tetapi jika tujuanmu beriklan adalah mendorong audience membeli  produkmu, pilihlah opsi Conversion. 

Setelah tujuan iklan ditentukan, silakan klik “Continue”

4. Memilih Custom Audience

Selanjutnya adalah memilih langsung target audience yang sudah kamu buat sebelumnya. Caranya adalah dengan mengetikkan nama dari custom audience pada kolom custom audience. Kamu bisa mengubah beberapa spesifikasi tertentu jika diperlukan. Seperti lokasi, rentang usia, jenis kelamin, perilaku, minat, demografi, dan lain sebagainya. 

5. Penentuan Penempatan Iklan 

Setelah menentukan target audience, selanjutnya kamu bisa mengatur penempatan iklan. Facebook sendiri menawarkan dua pilihan. Yaitu automatic placement dan edit placements. 

Automatic placement, artinya iklanmu akan ditempatkan secara otomatis oleh Facebook. Sedangkan edit placements, berarti kamu punya kebebasan untuk menempatkan iklan, dimanapun kamu mau. 

6. Tentukan Budget dan Jadwal Iklan 

Beriklan di Facebook itu tidak gratis. Semua tahu itu. Jadi, inilah waktunya untuk menentukan berapa biaya yang akan dikeluarkan. Sekaligus juga mengatur jangka waktu beriklan. Kamu bisa mengatur nominal biaya pada kolom cost control. 

Kamu bisa juga memilih jadwal perjalanan iklan. Caranya memilih tab Set a start and end date. Lalu pilih tanggal iklan akan mulai dan selesai. 

7. Pilih Format Visual Iklan 

Kamu bisa menentukan format visual iklan yang diinginkan. Ada tiga jenis format iklan di Facebook Ads, yaitu: 

  • Carousel : Iklan berformat dua atau lebih foto dan video yang bisa digeser. 
  • Single image or video: Jenis format untuk foto atau video tunggal saja. 
  • Collection: Kamu bisa menggabungkan lebih banyak foto dan video dalam satu tampilan. 

8. Buat Teks Iklan

Selanjutnya, buatlah teks iklanmu. Tuliskan deskripsi iklan yang padat dan menarik. Pastikan teks iklan tersebut dapat membuat audience memahami tujuan iklanmu. Di sini, skill copywriting mu akan diuji. 

9. Pilih Metode Pembayaran Iklan 

Terakhir, kamu harus memilih metode pembayaran iklan oleh Facebook. Yaitu dengan menggunakan kartu kredit atau kartu kredit. Jika pembayaran telah berhasil, Facebook akan mereview klanmu dan menampilkannya jika telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan. 

Penutup

Itulah tadi apa yang dimaksud dengan retargeting ads. Semoga dengan artikel kali ini, kamu lebih memahami apa itu retargeting ads. 

Mau punya web hosting ngebut dan uptime bagus? Tunggu apalagi, langganan hosting murah Unlimited sekarang juga!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *