Bagi Anda yang masih pemula, tentu tak sedikit yang masih awam dengan apache. Apa itu Apache? Apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan dari penggunaan Apache? Apache adalah sebuah software web server yang bersifat open source alias gratis. Bisa dikatakan, Apache adalah salah satu aplikasi web server yang sangat popular di dunia. Web server ini setidaknya telah digunakan oleh 46% website di seluruh dunia. Sangat populer, bukan?

Apache mempunyai nama resmi Apache HTTP server. Perangkat lunak web server ini dikembangkan dan dikelola oleh perusahaan teknologi yang bernama Apache Software Foundation. Perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat.

Apache memberikan kepada para pemilik website untuk membuat konten di website, dan karena itulah software ini diikuti dengan kata-kata web server. Software Apache sendiri adalah salah satu software web server yang tertua dan telah dikenal keandalannya. Dan tahukah Anda, versi pertama Apache sendiri telah dirilis lebih dari 20 tahun yang lalu. Tepatnya pada tahun 2015.

Saat pengunjung akan mengakses suatu website, ia harus memasukkan nama domain ke kolom alamat browser. Setelah itu, web server akan mengirimkan file yang diminta. Pada sesi ini, server inilah yang akan berperan sebagai virtual sender.

Apa Itu Web Server?

Itu Apache

File server, database server, mail server, dan web server menggunakan software yang berbeda-beda. Masing-masing aplikasi tersebut dapat mengakses file yang tersimpan di server fisik dan menggunakannya untuk tujuan yang berbeda-beda.

Lalu, apa sebenarnya fungsi dari web server itu sendiri? Webs server sendiri berfungsi untuk mengelola website yang telah online. Agar semuanya berjalan aman dan lancar, web server berfungsi sebagai perantara antara mesin server dan klien. Web server akan memanggil konten dari sever pada setiap permintaan pengguna dan mengirimkannya ke web.

Untuk mengelola web server sendiri cukup banyak menghadapi tantangan. Tantangan terbesar dari webs server adalah, yaitu mengelola user web yang banyak dan berbeda-beda di waktu yang bersamaan, pengguna juga meminta halaman yang berbeda-beda. Pemrosesan file yang tertulis dalam bahasa pemrograman, seperti PHP, Python, Java, dan lainnya dilakukan di web server.

File-file tersebut akan diubah menjadi HTML yang statis dan mengelolanya di web browser milik user oleh web server. Saat Anda mendengar kata-kata web server, anggap saja software ini adalah tool yang bertanggung jawab atas kelangsungan komunikasi antara server dengan klien.

Bagaimanan Cara Kerja Web Server Apache?

Itu Apache

Walaupun banyak disebut sebagai web server, Apache tidak hadir dalam bentuk sebuah server fisik, melainkan perangkat lunak yang menjalankan suatu server. Fungsinya adalah untuk membuat koneksi antara server dan browser milik pengunjung website. Browser apa saja. Seperti Chrome, Firefox, Safari, dan lain sebagainya saat mengirimkan file bolak-balik antara klien dengan server.

Apache sendiri merupakan sebuah software lintas platform dan karena inilah server ini bisa berjalan dengan baik di server Unix ataupun server Windows. Pada saat pengunjung loading halaman tertentu di website, misalnya di beranda atau about us, browser akan mengirimkan permintaan ke server Anda dan Apache akan mengirimkan kembali jawabannya dengan memuat semua file yang diminta. Entah itu teks, gambar, dan lain-lain. Server dengan klien berinteraksi melalui protokol HTTP. Sedangkan Apaceh bertanggung jawab terhadap kelancaran serta keamanan komunikasi antara server dengan klien.

Apache Menawarkan Kemudahaan Pengelolaan

Apache dikenal mudah dikelola. Hal ini karena software besutan Apache Software Foundation ini mempunyai sturktur berbasis modul. Modul tersebut memungkinkan administrator server untuk mengaktifkan dan menonaktifkan fitur tambahan. Tak hanya itu, Apaceh juga mempunyai modul keamanan untuk caching, URL rewriting, otentifikasi password, dan masih banyak lagi yang bisa dilakukannya.

Sebagai pengguna, Anda juga bisa melakukan setup konfigurasi server sendiri melalui sebuah file bernama .htaccess, yang merupakan salah satu konfigurasi Apache yang didukung oleh semua paket hosting Unlimited.

Apache vs Web Server Lain

Itu Apache

Diluar sana, masih banyak web server lain selain Apache. Masing-masing web server tersebut dibuat untuk tujuan yang berbeda-beda. Meski menjadi salah satu yang paling popular, tentu Apache juga mempunya pesaing yang tak kalah bagus. Berikut ini adalah deretan web server pesaing Apache:

Apache vs Nginx

Nginx, cara membacanya Engine-X, adalah salah satu web server yang paling baru dan pertama kali rilis pada tahun 2004. Sampai hari ini, Nginx menjadi salah satu web server yagn paling banyak digunakan oleh user. Web server ini dibuat untuk mengatasi c10k problem, yang berarti web server menggunakan thread untuk menangani permintaan user yang tidak dapat mengelola lebih dari 10.000 koneksi pada saat bersamaan.

Arsitektur yang dimiliki Nginx sendiri bertipe event driven yang tak membuat sebuah proses baru bagi masing-masing permintaan atau request. Sebaliknya Nginx mengatur setiap permintaan yang masuk dalam proses single thread. Proses master ini menangani beberapa proses worker yang memproses permintaan sebenarnya.

Model berbasis event dair Nginx mendistribusikan permintaan user diantara proses worker dengan cara yang efisien sehingga menawarkan skalabilitas yang jauh lebih baik.

Kelebihan yang dimiliki Nginx adalah kemampuannya bekerja dengan resource yang minimal meskipun mempunyai traffic yang tinggi. Umumnya website besar lah yang menggunakan Nginx. Sedangnkan pengguna Apache adalah website berskala kecil hingga sedang karena kelebihan yang ditawarkannnya. Antara lain kemudahan konfigurasi, banyaknya modul, dan platform yang mudah dipahami oleh pengguna pemula.

Tomcat

Web server lain yang menjadi pesaing Apache adalah Tomcat, sebuah web server yang juga dikembangkan oleh Apache Software Foundation. Tak heran, ia memiliki nama resmi Apache Tomcat. Walaupun juga dikenal sebagai HTTP server, Tomcat mendukung aplikasi Java alih-alih website statis. Tomcat mampu menjalankan beberapa spesifikasi aplikasi Java yang berbeda-beda. Seperti Java Servlet, JavaServer Pages (JSP), Java El, hingga web socket.

Tomcat dibuat secara khusus untuk aplikasi berbasis Java, sedangkan Apache untuk HTTP server. Anda dapat menggunakan Apache bersamaan dengan bahasa pemrograman lain seperti PHP, Python, Perl, dan lain-lain dengan bantuan modul Apache. Dan dibandingkan dengan web server lainnya, Tomcat cenderung sulit untuk dikonfigurasi. Misalnya untuk mengelola website WorPress, yang terbaik tetap HTTP server seperti Apache atau Nginx.

Kelebihan Apache

  • Open source
  • Software yang andal dan stabil.
  • Patch keamanan yang selau diperbarui.
  • Fleksible karena struktur berbasi modul.
  • Kemudahan konfigurasi.
  • Multi platform.
  • Dukungan komunitas yang besar.

Kekurangan Apache

  • Terjadi gangguan performa jika sebuah website menerima traffic dengan jumlah sangat tinggi.
  • Kerentanan keamanan karena banyaknya opsi konfigurasi.

Kesimpulan

Sobat Unlimited, demikianlah apa itu apache. Dengan artikel ini, diharapkan Anda memiliki pemahaman yang lebih baik lagi tentang pengertian apa itu Apache. Jika Anda berminat membuat website, jangan ragu menggunakan layanan hosting terbaik dari Unlimited.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *