Sejak pertama kali dikenalkan ke publik pada dekade 90-an, internet yang kita kenal saat ini mulai menyebar dengan cepat ke seluruh penjuru dunia. Ia bekerja menggunakan protokol web yang dikenali sebagai pengunjung, yang meminta dokumen dari alamat website yang diberikan. Permintaan tersebut kemudian diteruskan oleh DNS dan sistem IP ke komputer yang tepat. Komputer atau perangkat yang bertindak sebagai host akan melayani permintaan pengunjung tersebut dengan membuka halaman website. Halaman website pada dasarnya adlaah dokumen HTML. Agar dapat melayani permintaan halaman web yang berbeda untuk para pengunjung, maka dibutuhkan bantuan web server.Software web server seperti Nginx vs Apache hadir untuk memproses permintaan, menganalisa, dan mengembalikan permintaan tersebut untuk dilihat di browser pengunjung.

Nginx vs Apache

Nginx vs Apache

Nginx dan Apache adalah dua software web server paling populer saat ini. Kedua software ini berperan untuk manampilkan halaman website ke browser pengunjung. Apache pertama kali rilis pada tahun 1995 tak lama setelah internet mulai booming. Sedangkan Nginx muncul ke permukaan 9 tahun kemudian, tepatnya pada tahun 2004.

Keduanya telah digunakan oleh tak kurang dari 500 perusaah besar di seluruh dunia. Dan meskipun Nginx muncul belakangan, perlahanan penggunanya selalu bertambah setiap tahun. Dan pada beberapa sisi, Nginx mampu bersaing dengan Apache dalam hal performa.

Sekilas tentang Apache

Dalam rangka komparasi Nginx vs Apache, kita akan memulai membahasnya dari web server yang muncul terlebih dahulu yaitu Apache. Apache yang dirilis tak lama setelah Tim Berners-Lee memperkenalkan HTTPd dengan cepat menjadi web server terpopuler. Memiliki nama berbau suku Indian, Apache diciptakan dan dikembangkan oleh Apache Foundation, di bawah Apache license.

Setidaknya terdapat dua versi mengapa web server ini dinamai Apache. Versi pertama, tentu saja diambil dari sejarah penduduk asli benua Amerika, suku Indian Apache. Sedangkan versi lain mengatakan diambil dari kalimat “a patchy server”, dari salah satu patch perangkat lunak.

Keterkaitan Apache dan Linux

Faktanya, Apache dapat meraih pangsa pasar yang besar karena ia hadir sebagai paket pre-install di semua sistem operasi berbasis Linux, seperti Red Hat/CentOS dan Ubuntu.

Proses server Apache yaitu HTTPd menjadikan nama Apache bersinonim dengan software web server. Dan selain karena menjadi yang pertama dalam bidang web server, yang menjadikan Apache cepat populer adalah sistem konfigurasinya menggunakan .htaccess. Tentang hal ini akan dijelaskan di bagian selanjutnya.

.htaccess

Untuk melakukan konfigurasi, Apache menggunakan file .htaccess. Hal ini karena .htaccess memberikan fleksibilitas bagi Apache dalam menangani setiap request yang masuk. Beberapa contoh request tersebut seperti redirection, maximum upload file, rewrite URL, memory limits, cookie, dan manipulasi string query.

Kelebihan utama Apache terletak pada server root, yang menjadi direktori utama website. Semua tingkat direktori dapat diakses. Tetapi ketika file .htaccess dinyalakan, Apache harus melewati seluruh rangkaian direktori URL. Jadi perlu untuk memproses file-file ini dan mengkonfigurasi ulang sendiri untuk masing-masing direktori.

Module

Hal lain yang menjadikan Apache adalah sistem modul yang dinamis. Modul, sebagai fitur yang memungkinkan pengguna untuk memperluas fungsionalitas web server. Tak hanya Apache, modul juga tersedia di Nginx. Apache memungkinkan pengguna untuk menginstal modul setelah web server diinstal dan digunakan sesuai kebutuhan.

Sekilas Nginx

Nginx vs Apache

Selanjutnya adalah Nginx (dibaca Engine X). Web server yang satu ini meluncur ke dunia pada tahun 2004 oleh pengembang asal Rusia bernama Igor Sysoev. Nginx dihadirkan untuk mengatasi berbagai keterbatasan yang ada pada Apache.

Tak lama setelah diluncurkan, sebagian besar penggunaan Nginx sebagai pelayan file statis dan penyeimbang beban di Apache. Apalagi seiring dengan perkembangan di dunia website yang menuntut efisiensi, banyak website yang menggantikan Apache dengan Nginx.

Konfigurasi Nginx

Nginx tidak memiliki sistem konfigurasi sekompleks Apache. Sehingga menawarkan efisiensi dan kecepatan, dan tak banyak digunakan oleh penyedia hosting retail. Di sisi lain, dengan tidak mengizinkan konfigurasi root directory, Nginx signifikan unggul dari Apache.

Module Nginx

Modul Nginx memberikan kesan bahwa mereka menawarkan pilihan premium. Hanya saja, modul Nginx perlu diaktifkan terlebih dahulu saat pembangunannya, yang berarti menuntut kecakapan teknis tentang pemrograman. Karena adanya penambahan modul pasca instalasinya yang rumit.

Komparasi Nginx vs Apache

Nginx vs Apache

Secara umum, Nginx vs Apache memiliki peruntukan yang hampir sama. Keduanya memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing.Untuk penggunaannya tergantung pada kebutuhan Anda. Berikut adalah komparasi detail Nginx vs Apache:

  • Performa

Pebandingan pertama adalah performa. Untuk performa dibagi lagi menjadi dua, yaitu konten statis dan dinamis. Untuk konten statis, Nginx memiliki performa dua kali lebih cepat dibandingkan Apache. Selain lebih cepat, Nginx juga lebih sedikit menggunakan memori. Jadi, jika Anda dominan menyediakan konten statis, Nginx lebih unggul dari Apache.

Sedang untuk konten dinamis, keduanya memiiki performa yang tak jauh berbeda. Karena keduanya menggunakan modul yang sama, yang berbasis PHP. Tetapi intinya sama, keduanya tidak menawarkan performa yang menakjubkan. Hanya sangat bagus di sisi efisiensi.

  • Dukungan sistem operasi

Membicarakan dukungan sistem operasi, Apache dapat bekerja dengan baik di semua perangkat berbasis Unix. Apache juga full support Microsoft Windows. Pun demikian dengan Nginx. Software web server yang satu ini juga mendukung sistem operasi berbasis Unix dan Windows, tetapi performanya tidak sekencang Apache.

  • Keamanan

Untuk aspek keamanan, baik Nginx atau Apache mempunyai catatan yang baik. Keunggulan sisi keamanan Apache adalah tersedianya fitur vulnerability report yang tidak ada di Nginx.

Meskipun demikian, Nginx menyediakan fitur saran keamanan. Sama dengan Apache yang memberikan tips konfigurasi dari serangan DDos, termasuk modul mod untuk menangani serangan brute force.

  • Fleksibilitas

Pada aspek fleksibilitas, kedua web server ini dapat dikustomisasi dengan menulis modul. Semua modul Apache telah mendukung modul ini berkat pemuatan modul dinamis yang menjadi keunggulannya.

Sedangkan Nginx baru mendapatkan dukungan untuk memuat modul dinamis pada awal tahun 2016. Sebelumnya, admin web harus mengkompilasi modul ke dalam biner Nginx. Sebagian modul tersebut belum mendukung pemuatan dinamis.

Kesimpulan

Kedua web server, baik Nginx dan Apache saling bersaing ketat, terutama pada versi terakhirnya. Untuk konten statis, Nginx lebih baik dari Apache. Tetapi untuk konten dinamis, perbedaanya sangat tipis. Pada beberapa sisi, Nginx lebih canggih berkat keunggulan pada streaming media, proxy non HTTP dan dukungan pelatihan untuk pengguna.

Sedangkan Apache lebih disukai oleh para penyedia shared hosting berkat kehadiran konfigurasi menggunakan file .htaccess. Dan Apache juga sangat mendukung modul dinamis. Sementara Nginx banyak dipakai untuk VPS Hosting.

Jadi, Sobat Unlimited, Nginx vs Apache, manakah yang Anda pilih?

Tomcat, atau sering disebut sebagai Apache Tomcat adalah salah satu aplikasi terpopuler yang didesain untuk mengeksekusi Java dan rendering web server menggunakan bahasa pemrograman Java. Aplikasi ini tersedia gratis dan open source yang dirilis oleh Apache Software Foundation. Tak heran, Apache menjadi favorit banyak developer. Karena itulah mengapa di tutorial, kami akan memberitahu Anda bagaimana cara instal Apache Tomcat di Ubuntu.

Tomcat menghasilkan file JSP atau halaman web yang di buat di server ,mirip dengan file PHP dan ASP menggunakan kode Java. Selanjutnya akan mengkompilasi file .class oleh server, sebelum dieksekusi oleh Java Virtual Machine. Sampai hari ini, Tomcat adalah salah satu web server yang paling banyak digunakan.

Keuntungan Menggunakan Apache Tomcat

Cara Instal Apache Tomcat di Ubuntu

Sebuah aplikasi webs server bisa sangat populer tentu bukan tanpa alasan. Begitu juga dengan Apache Tomcat. Tomcat sangat populer karena berbagai keuntungan yang ditawarkannya. Berikut ini adalah keuntungan menggunakan Tomcat yang harus Anda ketahui:

  • Tomcat sangat cepat dan mudah untuk di jalankan di aplikasi Ubuntu Anda. Aplikasi ini sangggup melakukan pemrosesan dengan cepat dan meningkatkan efisiensi kinerja hingga 2 lipat.
  • Keuntungan kedua menggunakan Tomcat adalah, karena Tomcat mempunyai fitur yang sangat lengkap, seperti opsi built in customization yang memungkinkan pengguna untuk bekerja lebih fleskibel.
  • Tomcat adalah aplikasi open source gratis. Ia menawarkan kemampuankustomisasi yang luas via aksesbilitas terhadap kode.
  • Keamanan ekstra menjadi daya tarik Tomcat selanjutnya.
  • Web server yang stabil. Bahkan meskipun Anda mengalami masalah, hal ini tak akan memberikan pengaruh yang signifikan pada kinerja website Anda.

Baca Juga: Kelebihan dan Kekurangan Apache

Cara Instal Apache Tomcat di Ubuntu

Sobat Unlimited, artikel ini akan memandu bagaimana cara instal Apache Tomcat di Ubuntu, dan bagaimana langkah konfigurasinya. Anda dapat mengaplikasikan cara ini pada berbagai versi Ubuntu yang lebih lama.

Sebelum Anda mulai langkah instal Tomcat di Ubuntu, Anda harus menyiapkan akses non root user dengan sudo priviledge di server Anda. Anda dapat mengakses server menggunakan SSH.

Langkah 1: Menginstal Java

Sebelum Anda mulai menginstal Ubuntu, yang terlebih dulu Anda lakukan adalah mengistal Java untuk mengeksekusi Java web application code.Opn JDK adlaah program default Java yang ada di Ubuntu. Cara instal Java sendiri cukup mudah dan cepat. Anda hanya perlu mengikui langkah berikut ini:

sudo apt update

Setelah itu, Instal OpenJDK dengan menjalankan perintah sebagai berikut:

sudo apt install default-jdk

Dan sekarang, setalah JDK terinstal di sistem Anda, selanjutnya Anda bisa membuat user Tomcat menggunakan dengan mengikuti langkah selanjutnya.

Langkah 2: Membuat Tomcat User

Cara Instal Apache Tomcat di Ubuntu

Demi keamanan, Anda tak boleh menggunakan Tomcat tanpa membuat user unik. Hal ini akan membuat pemasangan Tomcat di Ubuntu menjadi lebih mudah. Anda bisa membuat user Tomcat dengan cara menjalankan perintah sebagai berikut:

sudo groupadd tomcat

langkah selanjutnya adalah membuat user Tomcat yang baru. Buat user member grup Tomcat dengan home directory opt/tomcat untuk menjalankan layanan Tomcat:

sudo useradd –s /bin/false –g tomcat d /opt/tomcat tomcat

Langkah 3: Instal Tomcat di Ubuntu

Cara terbaik untuk menginstal tomcat di Ubuntu adalah mendownload versi terakhir rilisan dari Tomcat download page dan mengkofigurasikannya secara manual. Jika versi terakhir 9.0.17 belum tersedia, Anda bisa menggunakan versi stabil yang terakhir. Anda bisa melakukannya dengan cara menyalin link file tar.gz di Binary Distribution.

Sekarang, ganti ke direktori /tmp di server Anda untuk mendownload item tersebut, yang mana Anda tak membutuhkannya lagi setelah mengekstrak konten Tomcat:

 cd /tmp

Untuk mengunduh dari tautan yang disalin dari website Tomcat, Anda bisa menggunakan perintah sebagai berikut:

curl -0 https://www-us.apache.org/dist/tomcat/tomcat-9/v9.0.17/bin/apache-tomcat-9.0.17.tar.gz

Langkah 4: Update permission

Setelah selesai menginstal Tomcat di Ubuntu, sekarang saatnya Anda untuk mengatur pengguna Tomcat agar memiliki akses penuh ke Tomcat. User perlu akses masuk ke direktori. Ikuti langkah-langkah di bawah:

sudo mkdir /opt/tomcat

cd /opt/tomcat

sudo tar xzvf /tmp/apache-tomcat-9.0.*tar.gz –C /opt/tomcat  –strip-components=1

Sekarang Anda dapat memberikan grup Tomcat atas seluruh direktori instalasi dengan perintah chgrp:

sudo  chgrp –R tomcat /opt/tomcat

Selanjutnya, Anda dapat menambahkan akses pengguna Tomcat ke conf directory untuk melihat konten dan menjalankan akses ke direktori itu sendiri:

sudo chmod –R g+r conf

sudo chmod g+x conf

Selanjutnya, Anda bisa menjadikan pengguna Tomcat memiliki akses aplikasi web direktori, temp, dan log:

sudo chown –R tomcat webapps/ work/ temp/ logs/

Langkah 5: Membuat system Unit File

Selanjutnya, Anda perlu membuat file untuk menjalankan Tomcat sebagai layanan. Silakan buka editor teks Anda dan buat nama file tomcat.service di / etc /system / system /:

sudo nano /etc/system/system/tomcat.service

Selanjutnya, salin dan tempel konfigurasi berikut ini:

[Unit]
Description=Apache Tomcat Web Application Container
After=network

[Service]
Type=forking

Environment=JAVA_HOME=/usr/lib/jvm/java-1.8.0-openjdk-amd64/jre
Environment=CATALINA_PID=opt/tomcat/temp/tomcat.pid
Environment=CATALINA_Home=/opt/tomcat
Environment=CATALINA_BASE=/opt/tomcat
Environment=’CATALINA_OPTS=-Xms512M –Xmx1024M –server –XX:+UserParallelGC’
Environment=’JAVA_OPTS.awt.headless=true –Djava.security.egd=file:dev/v/urandom’

ExecStart=/opt/tomcat/bin/startup.sh
ExecStop=/opt/tomcat/bin/shutdown.sh

User=tomcat
Group=tomcat
UMask=0007
RestartSec=10
Restart=always

[Install]

WantedBy=multi-user.target

Simpan dan tutup file tersebut setelah memasukkan command diatas.

Selanjutnya, buatlah notifikasi pada sistem bahwa Anda telah membuat file baru dengan mengluarkan perintah sebagai berikut:

sudo systemct1 daemon-reload

Perintah dibawah ini akan memberikan Anda akses untuk mengeksekusi layanan Tomcat:

cd /opt/tomcat/bin

sudo .startup.sh.run

Langkah 6: Menyesuainan firewall

Cara Instal Apache Tomcat di Ubuntu

Sangat penting untuk menyeuaikan firewall sehingga request sampai ke layanan. Tomcat menggunakan port 8080 untuk menerima permintaan konvensional. Izinkan traffic ke port tersebut dengan menggunakan UFW:

 sudo ufw allow 8080

Ikuti perintah dibawah ini untuk mengakses halaman splash dengan mengunjungi domain atau alamat IP Anda dan diikuti oleh 8080 di web browser – http: // IP:8080

Langkah 7: Konfigurasi Tomcat Web Management Interface

Silakan ikuti perintah dibawah ini untuk menambahkan loggin ke akun pengguna Tomcat Anda dan edit file tomcat-users.xml:

sudo nano /opt/tomcat/conf/tomcat-users.xml

Sekarang tetapkan user yang berhak mengakses file dan menambahkan username serta password:

tomcat-users.xml – Admin User
<tomcat-users . . .>
<tomcat users . . .>
<user username=”admin” password=”password” roles=”manager-gui,admin-guy”/>
</tomcat-users>

Untuk Manager app, silakan masukkan perintah

sudo nano /opt/tomcat/webapps/manager/META-INF/context.xml

Untuk Host Manager app silakan tulis:

sudo nano/opt/tomcat/webapps/host-manager/META-INF/context.xml

Untuk merestart Tomcat service dan melihat hasilnya, silakan masukkan perintah sebagai berikut:

sudo systemct1 restart tomcat

Langkah 8: Akses online

Kini, setelah Anda mempunyai user Tomcat, Anda dapat mengakses tampilan manajemen web di browser. Sekali lagi, Anda dapat mengaksesnya dengan memberikan nama domain atau alamat server Anda diikuti oleh port 8080 di browser Anda. http:server_domain_or_IP:8080

Kemudian cek Manager App yang dapat diakses via http://server_domain-or_IP:8080/manager/html.

Pastikan bahwa Anda telah memasukkan kredensial akun ke file tomcat-users.xml

Anda dapat menggunakan web application manager untuk mengatur aplikasi Java. Anda dapat memulai, menghentikan, reload, deploy, dan undeploy menggunakan aplikasi ini. Dan terakhir, ia dapat menyediakan data tentang server Anda di bagian halaman yang paling bawah.

Sekarang, silakan cek Host Manager yang dapat diakses via http://server_domain_or_IP:8080/host-manager/html/

Dari halaman Virtual Host Manager, Anda juga dapat menambah virtual host yang baru dengan mengikuti panduan dari aplikasi.

Kesimpulan

Demikian artikel cara instal Apache Tomcat di Ubuntu. Dengan dukungan komunitas yang besar, Apache Tomcat menjadi salah satu web server yang direkomendasikan, termasuk oleh Unlimited.ID.

 

Bagi Anda yang masih pemula, tentu tak sedikit yang masih awam dengan apache. Apa itu Apache? Apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan dari penggunaan Apache? Apache adalah sebuah software web server yang bersifat open source alias gratis. Bisa dikatakan, Apache adalah salah satu aplikasi web server yang sangat popular di dunia. Web server ini setidaknya telah digunakan oleh 46% website di seluruh dunia. Sangat populer, bukan?

Apache mempunyai nama resmi Apache HTTP server. Perangkat lunak web server ini dikembangkan dan dikelola oleh perusahaan teknologi yang bernama Apache Software Foundation. Perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat.

Apache memberikan kepada para pemilik website untuk membuat konten di website, dan karena itulah software ini diikuti dengan kata-kata web server. Software Apache sendiri adalah salah satu software web server yang tertua dan telah dikenal keandalannya. Dan tahukah Anda, versi pertama Apache sendiri telah dirilis lebih dari 20 tahun yang lalu. Tepatnya pada tahun 2015.

Saat pengunjung akan mengakses suatu website, ia harus memasukkan nama domain ke kolom alamat browser. Setelah itu, web server akan mengirimkan file yang diminta. Pada sesi ini, server inilah yang akan berperan sebagai virtual sender.

Apa Itu Web Server?

Itu Apache

File server, database server, mail server, dan web server menggunakan software yang berbeda-beda. Masing-masing aplikasi tersebut dapat mengakses file yang tersimpan di server fisik dan menggunakannya untuk tujuan yang berbeda-beda.

Lalu, apa sebenarnya fungsi dari web server itu sendiri? Webs server sendiri berfungsi untuk mengelola website yang telah online. Agar semuanya berjalan aman dan lancar, web server berfungsi sebagai perantara antara mesin server dan klien. Web server akan memanggil konten dari sever pada setiap permintaan pengguna dan mengirimkannya ke web.

Untuk mengelola web server sendiri cukup banyak menghadapi tantangan. Tantangan terbesar dari webs server adalah, yaitu mengelola user web yang banyak dan berbeda-beda di waktu yang bersamaan, pengguna juga meminta halaman yang berbeda-beda. Pemrosesan file yang tertulis dalam bahasa pemrograman, seperti PHP, Python, Java, dan lainnya dilakukan di web server.

File-file tersebut akan diubah menjadi HTML yang statis dan mengelolanya di web browser milik user oleh web server. Saat Anda mendengar kata-kata web server, anggap saja software ini adalah tool yang bertanggung jawab atas kelangsungan komunikasi antara server dengan klien.

Bagaimanan Cara Kerja Web Server Apache?

Itu Apache

Walaupun banyak disebut sebagai web server, Apache tidak hadir dalam bentuk sebuah server fisik, melainkan perangkat lunak yang menjalankan suatu server. Fungsinya adalah untuk membuat koneksi antara server dan browser milik pengunjung website. Browser apa saja. Seperti Chrome, Firefox, Safari, dan lain sebagainya saat mengirimkan file bolak-balik antara klien dengan server.

Apache sendiri merupakan sebuah software lintas platform dan karena inilah server ini bisa berjalan dengan baik di server Unix ataupun server Windows. Pada saat pengunjung loading halaman tertentu di website, misalnya di beranda atau about us, browser akan mengirimkan permintaan ke server Anda dan Apache akan mengirimkan kembali jawabannya dengan memuat semua file yang diminta. Entah itu teks, gambar, dan lain-lain. Server dengan klien berinteraksi melalui protokol HTTP. Sedangkan Apaceh bertanggung jawab terhadap kelancaran serta keamanan komunikasi antara server dengan klien.

Apache Menawarkan Kemudahaan Pengelolaan

Apache dikenal mudah dikelola. Hal ini karena software besutan Apache Software Foundation ini mempunyai sturktur berbasis modul. Modul tersebut memungkinkan administrator server untuk mengaktifkan dan menonaktifkan fitur tambahan. Tak hanya itu, Apaceh juga mempunyai modul keamanan untuk caching, URL rewriting, otentifikasi password, dan masih banyak lagi yang bisa dilakukannya.

Sebagai pengguna, Anda juga bisa melakukan setup konfigurasi server sendiri melalui sebuah file bernama .htaccess, yang merupakan salah satu konfigurasi Apache yang didukung oleh semua paket hosting Unlimited.

Apache vs Web Server Lain

Itu Apache

Diluar sana, masih banyak web server lain selain Apache. Masing-masing web server tersebut dibuat untuk tujuan yang berbeda-beda. Meski menjadi salah satu yang paling popular, tentu Apache juga mempunya pesaing yang tak kalah bagus. Berikut ini adalah deretan web server pesaing Apache:

Apache vs Nginx

Nginx, cara membacanya Engine-X, adalah salah satu web server yang paling baru dan pertama kali rilis pada tahun 2004. Sampai hari ini, Nginx menjadi salah satu web server yagn paling banyak digunakan oleh user. Web server ini dibuat untuk mengatasi c10k problem, yang berarti web server menggunakan thread untuk menangani permintaan user yang tidak dapat mengelola lebih dari 10.000 koneksi pada saat bersamaan.

Arsitektur yang dimiliki Nginx sendiri bertipe event driven yang tak membuat sebuah proses baru bagi masing-masing permintaan atau request. Sebaliknya Nginx mengatur setiap permintaan yang masuk dalam proses single thread. Proses master ini menangani beberapa proses worker yang memproses permintaan sebenarnya.

Model berbasis event dair Nginx mendistribusikan permintaan user diantara proses worker dengan cara yang efisien sehingga menawarkan skalabilitas yang jauh lebih baik.

Kelebihan yang dimiliki Nginx adalah kemampuannya bekerja dengan resource yang minimal meskipun mempunyai traffic yang tinggi. Umumnya website besar lah yang menggunakan Nginx. Sedangnkan pengguna Apache adalah website berskala kecil hingga sedang karena kelebihan yang ditawarkannnya. Antara lain kemudahan konfigurasi, banyaknya modul, dan platform yang mudah dipahami oleh pengguna pemula.

Tomcat

Web server lain yang menjadi pesaing Apache adalah Tomcat, sebuah web server yang juga dikembangkan oleh Apache Software Foundation. Tak heran, ia memiliki nama resmi Apache Tomcat. Walaupun juga dikenal sebagai HTTP server, Tomcat mendukung aplikasi Java alih-alih website statis. Tomcat mampu menjalankan beberapa spesifikasi aplikasi Java yang berbeda-beda. Seperti Java Servlet, JavaServer Pages (JSP), Java El, hingga web socket.

Tomcat dibuat secara khusus untuk aplikasi berbasis Java, sedangkan Apache untuk HTTP server. Anda dapat menggunakan Apache bersamaan dengan bahasa pemrograman lain seperti PHP, Python, Perl, dan lain-lain dengan bantuan modul Apache. Dan dibandingkan dengan web server lainnya, Tomcat cenderung sulit untuk dikonfigurasi. Misalnya untuk mengelola website WorPress, yang terbaik tetap HTTP server seperti Apache atau Nginx.

Kelebihan Apache

  • Open source
  • Software yang andal dan stabil.
  • Patch keamanan yang selau diperbarui.
  • Fleksible karena struktur berbasi modul.
  • Kemudahan konfigurasi.
  • Multi platform.
  • Dukungan komunitas yang besar.

Kekurangan Apache

  • Terjadi gangguan performa jika sebuah website menerima traffic dengan jumlah sangat tinggi.
  • Kerentanan keamanan karena banyaknya opsi konfigurasi.

Kesimpulan

Sobat Unlimited, demikianlah apa itu apache. Dengan artikel ini, diharapkan Anda memiliki pemahaman yang lebih baik lagi tentang pengertian apa itu Apache. Jika Anda berminat membuat website, jangan ragu menggunakan layanan hosting terbaik dari Unlimited.