Sejak pertama kali dikenalkan ke publik pada dekade 90-an, internet yang kita kenal saat ini mulai menyebar dengan cepat ke seluruh penjuru dunia. Ia bekerja menggunakan protokol web yang dikenali sebagai pengunjung, yang meminta dokumen dari alamat website yang diberikan. Permintaan tersebut kemudian diteruskan oleh DNS dan sistem IP ke komputer yang tepat. Komputer atau perangkat yang bertindak sebagai host akan melayani permintaan pengunjung tersebut dengan membuka halaman website. Halaman website pada dasarnya adlaah dokumen HTML. Agar dapat melayani permintaan halaman web yang berbeda untuk para pengunjung, maka dibutuhkan bantuan web server.Software web server seperti Nginx vs Apache hadir untuk memproses permintaan, menganalisa, dan mengembalikan permintaan tersebut untuk dilihat di browser pengunjung.

Nginx vs Apache

Nginx vs Apache

Nginx dan Apache adalah dua software web server paling populer saat ini. Kedua software ini berperan untuk manampilkan halaman website ke browser pengunjung. Apache pertama kali rilis pada tahun 1995 tak lama setelah internet mulai booming. Sedangkan Nginx muncul ke permukaan 9 tahun kemudian, tepatnya pada tahun 2004.

Keduanya telah digunakan oleh tak kurang dari 500 perusaah besar di seluruh dunia. Dan meskipun Nginx muncul belakangan, perlahanan penggunanya selalu bertambah setiap tahun. Dan pada beberapa sisi, Nginx mampu bersaing dengan Apache dalam hal performa.

Sekilas tentang Apache

Dalam rangka komparasi Nginx vs Apache, kita akan memulai membahasnya dari web server yang muncul terlebih dahulu yaitu Apache. Apache yang dirilis tak lama setelah Tim Berners-Lee memperkenalkan HTTPd dengan cepat menjadi web server terpopuler. Memiliki nama berbau suku Indian, Apache diciptakan dan dikembangkan oleh Apache Foundation, di bawah Apache license.

Setidaknya terdapat dua versi mengapa web server ini dinamai Apache. Versi pertama, tentu saja diambil dari sejarah penduduk asli benua Amerika, suku Indian Apache. Sedangkan versi lain mengatakan diambil dari kalimat “a patchy server”, dari salah satu patch perangkat lunak.

Keterkaitan Apache dan Linux

Faktanya, Apache dapat meraih pangsa pasar yang besar karena ia hadir sebagai paket pre-install di semua sistem operasi berbasis Linux, seperti Red Hat/CentOS dan Ubuntu.

Proses server Apache yaitu HTTPd menjadikan nama Apache bersinonim dengan software web server. Dan selain karena menjadi yang pertama dalam bidang web server, yang menjadikan Apache cepat populer adalah sistem konfigurasinya menggunakan .htaccess. Tentang hal ini akan dijelaskan di bagian selanjutnya.

.htaccess

Untuk melakukan konfigurasi, Apache menggunakan file .htaccess. Hal ini karena .htaccess memberikan fleksibilitas bagi Apache dalam menangani setiap request yang masuk. Beberapa contoh request tersebut seperti redirection, maximum upload file, rewrite URL, memory limits, cookie, dan manipulasi string query.

Kelebihan utama Apache terletak pada server root, yang menjadi direktori utama website. Semua tingkat direktori dapat diakses. Tetapi ketika file .htaccess dinyalakan, Apache harus melewati seluruh rangkaian direktori URL. Jadi perlu untuk memproses file-file ini dan mengkonfigurasi ulang sendiri untuk masing-masing direktori.

Module

Hal lain yang menjadikan Apache adalah sistem modul yang dinamis. Modul, sebagai fitur yang memungkinkan pengguna untuk memperluas fungsionalitas web server. Tak hanya Apache, modul juga tersedia di Nginx. Apache memungkinkan pengguna untuk menginstal modul setelah web server diinstal dan digunakan sesuai kebutuhan.

Sekilas Nginx

Nginx vs Apache

Selanjutnya adalah Nginx (dibaca Engine X). Web server yang satu ini meluncur ke dunia pada tahun 2004 oleh pengembang asal Rusia bernama Igor Sysoev. Nginx dihadirkan untuk mengatasi berbagai keterbatasan yang ada pada Apache.

Tak lama setelah diluncurkan, sebagian besar penggunaan Nginx sebagai pelayan file statis dan penyeimbang beban di Apache. Apalagi seiring dengan perkembangan di dunia website yang menuntut efisiensi, banyak website yang menggantikan Apache dengan Nginx.

Konfigurasi Nginx

Nginx tidak memiliki sistem konfigurasi sekompleks Apache. Sehingga menawarkan efisiensi dan kecepatan, dan tak banyak digunakan oleh penyedia hosting retail. Di sisi lain, dengan tidak mengizinkan konfigurasi root directory, Nginx signifikan unggul dari Apache.

Module Nginx

Modul Nginx memberikan kesan bahwa mereka menawarkan pilihan premium. Hanya saja, modul Nginx perlu diaktifkan terlebih dahulu saat pembangunannya, yang berarti menuntut kecakapan teknis tentang pemrograman. Karena adanya penambahan modul pasca instalasinya yang rumit.

Komparasi Nginx vs Apache

Nginx vs Apache

Secara umum, Nginx vs Apache memiliki peruntukan yang hampir sama. Keduanya memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing.Untuk penggunaannya tergantung pada kebutuhan Anda. Berikut adalah komparasi detail Nginx vs Apache:

  • Performa

Pebandingan pertama adalah performa. Untuk performa dibagi lagi menjadi dua, yaitu konten statis dan dinamis. Untuk konten statis, Nginx memiliki performa dua kali lebih cepat dibandingkan Apache. Selain lebih cepat, Nginx juga lebih sedikit menggunakan memori. Jadi, jika Anda dominan menyediakan konten statis, Nginx lebih unggul dari Apache.

Sedang untuk konten dinamis, keduanya memiiki performa yang tak jauh berbeda. Karena keduanya menggunakan modul yang sama, yang berbasis PHP. Tetapi intinya sama, keduanya tidak menawarkan performa yang menakjubkan. Hanya sangat bagus di sisi efisiensi.

  • Dukungan sistem operasi

Membicarakan dukungan sistem operasi, Apache dapat bekerja dengan baik di semua perangkat berbasis Unix. Apache juga full support Microsoft Windows. Pun demikian dengan Nginx. Software web server yang satu ini juga mendukung sistem operasi berbasis Unix dan Windows, tetapi performanya tidak sekencang Apache.

  • Keamanan

Untuk aspek keamanan, baik Nginx atau Apache mempunyai catatan yang baik. Keunggulan sisi keamanan Apache adalah tersedianya fitur vulnerability report yang tidak ada di Nginx.

Meskipun demikian, Nginx menyediakan fitur saran keamanan. Sama dengan Apache yang memberikan tips konfigurasi dari serangan DDos, termasuk modul mod untuk menangani serangan brute force.

  • Fleksibilitas

Pada aspek fleksibilitas, kedua web server ini dapat dikustomisasi dengan menulis modul. Semua modul Apache telah mendukung modul ini berkat pemuatan modul dinamis yang menjadi keunggulannya.

Sedangkan Nginx baru mendapatkan dukungan untuk memuat modul dinamis pada awal tahun 2016. Sebelumnya, admin web harus mengkompilasi modul ke dalam biner Nginx. Sebagian modul tersebut belum mendukung pemuatan dinamis.

Kesimpulan

Kedua web server, baik Nginx dan Apache saling bersaing ketat, terutama pada versi terakhirnya. Untuk konten statis, Nginx lebih baik dari Apache. Tetapi untuk konten dinamis, perbedaanya sangat tipis. Pada beberapa sisi, Nginx lebih canggih berkat keunggulan pada streaming media, proxy non HTTP dan dukungan pelatihan untuk pengguna.

Sedangkan Apache lebih disukai oleh para penyedia shared hosting berkat kehadiran konfigurasi menggunakan file .htaccess. Dan Apache juga sangat mendukung modul dinamis. Sementara Nginx banyak dipakai untuk VPS Hosting.

Jadi, Sobat Unlimited, Nginx vs Apache, manakah yang Anda pilih?

Tomcat, atau sering disebut sebagai Apache Tomcat adalah salah satu aplikasi terpopuler yang didesain untuk mengeksekusi Java dan rendering web server menggunakan bahasa pemrograman Java. Aplikasi ini tersedia gratis dan open source yang dirilis oleh Apache Software Foundation. Tak heran, Apache menjadi favorit banyak developer. Karena itulah mengapa di tutorial, kami akan memberitahu Anda bagaimana cara instal Apache Tomcat di Ubuntu.

Tomcat menghasilkan file JSP atau halaman web yang di buat di server ,mirip dengan file PHP dan ASP menggunakan kode Java. Selanjutnya akan mengkompilasi file .class oleh server, sebelum dieksekusi oleh Java Virtual Machine. Sampai hari ini, Tomcat adalah salah satu web server yang paling banyak digunakan.

Keuntungan Menggunakan Apache Tomcat

Cara Instal Apache Tomcat di Ubuntu

Sebuah aplikasi webs server bisa sangat populer tentu bukan tanpa alasan. Begitu juga dengan Apache Tomcat. Tomcat sangat populer karena berbagai keuntungan yang ditawarkannya. Berikut ini adalah keuntungan menggunakan Tomcat yang harus Anda ketahui:

  • Tomcat sangat cepat dan mudah untuk di jalankan di aplikasi Ubuntu Anda. Aplikasi ini sangggup melakukan pemrosesan dengan cepat dan meningkatkan efisiensi kinerja hingga 2 lipat.
  • Keuntungan kedua menggunakan Tomcat adalah, karena Tomcat mempunyai fitur yang sangat lengkap, seperti opsi built in customization yang memungkinkan pengguna untuk bekerja lebih fleskibel.
  • Tomcat adalah aplikasi open source gratis. Ia menawarkan kemampuankustomisasi yang luas via aksesbilitas terhadap kode.
  • Keamanan ekstra menjadi daya tarik Tomcat selanjutnya.
  • Web server yang stabil. Bahkan meskipun Anda mengalami masalah, hal ini tak akan memberikan pengaruh yang signifikan pada kinerja website Anda.

Baca Juga: Kelebihan dan Kekurangan Apache

Cara Instal Apache Tomcat di Ubuntu

Sobat Unlimited, artikel ini akan memandu bagaimana cara instal Apache Tomcat di Ubuntu, dan bagaimana langkah konfigurasinya. Anda dapat mengaplikasikan cara ini pada berbagai versi Ubuntu yang lebih lama.

Sebelum Anda mulai langkah instal Tomcat di Ubuntu, Anda harus menyiapkan akses non root user dengan sudo priviledge di server Anda. Anda dapat mengakses server menggunakan SSH.

Langkah 1: Menginstal Java

Sebelum Anda mulai menginstal Ubuntu, yang terlebih dulu Anda lakukan adalah mengistal Java untuk mengeksekusi Java web application code.Opn JDK adlaah program default Java yang ada di Ubuntu. Cara instal Java sendiri cukup mudah dan cepat. Anda hanya perlu mengikui langkah berikut ini:

sudo apt update

Setelah itu, Instal OpenJDK dengan menjalankan perintah sebagai berikut:

sudo apt install default-jdk

Dan sekarang, setalah JDK terinstal di sistem Anda, selanjutnya Anda bisa membuat user Tomcat menggunakan dengan mengikuti langkah selanjutnya.

Langkah 2: Membuat Tomcat User

Cara Instal Apache Tomcat di Ubuntu

Demi keamanan, Anda tak boleh menggunakan Tomcat tanpa membuat user unik. Hal ini akan membuat pemasangan Tomcat di Ubuntu menjadi lebih mudah. Anda bisa membuat user Tomcat dengan cara menjalankan perintah sebagai berikut:

sudo groupadd tomcat

langkah selanjutnya adalah membuat user Tomcat yang baru. Buat user member grup Tomcat dengan home directory opt/tomcat untuk menjalankan layanan Tomcat:

sudo useradd –s /bin/false –g tomcat d /opt/tomcat tomcat

Langkah 3: Instal Tomcat di Ubuntu

Cara terbaik untuk menginstal tomcat di Ubuntu adalah mendownload versi terakhir rilisan dari Tomcat download page dan mengkofigurasikannya secara manual. Jika versi terakhir 9.0.17 belum tersedia, Anda bisa menggunakan versi stabil yang terakhir. Anda bisa melakukannya dengan cara menyalin link file tar.gz di Binary Distribution.

Sekarang, ganti ke direktori /tmp di server Anda untuk mendownload item tersebut, yang mana Anda tak membutuhkannya lagi setelah mengekstrak konten Tomcat:

 cd /tmp

Untuk mengunduh dari tautan yang disalin dari website Tomcat, Anda bisa menggunakan perintah sebagai berikut:

curl -0 https://www-us.apache.org/dist/tomcat/tomcat-9/v9.0.17/bin/apache-tomcat-9.0.17.tar.gz

Langkah 4: Update permission

Setelah selesai menginstal Tomcat di Ubuntu, sekarang saatnya Anda untuk mengatur pengguna Tomcat agar memiliki akses penuh ke Tomcat. User perlu akses masuk ke direktori. Ikuti langkah-langkah di bawah:

sudo mkdir /opt/tomcat

cd /opt/tomcat

sudo tar xzvf /tmp/apache-tomcat-9.0.*tar.gz –C /opt/tomcat  –strip-components=1

Sekarang Anda dapat memberikan grup Tomcat atas seluruh direktori instalasi dengan perintah chgrp:

sudo  chgrp –R tomcat /opt/tomcat

Selanjutnya, Anda dapat menambahkan akses pengguna Tomcat ke conf directory untuk melihat konten dan menjalankan akses ke direktori itu sendiri:

sudo chmod –R g+r conf

sudo chmod g+x conf

Selanjutnya, Anda bisa menjadikan pengguna Tomcat memiliki akses aplikasi web direktori, temp, dan log:

sudo chown –R tomcat webapps/ work/ temp/ logs/

Langkah 5: Membuat system Unit File

Selanjutnya, Anda perlu membuat file untuk menjalankan Tomcat sebagai layanan. Silakan buka editor teks Anda dan buat nama file tomcat.service di / etc /system / system /:

sudo nano /etc/system/system/tomcat.service

Selanjutnya, salin dan tempel konfigurasi berikut ini:

[Unit]
Description=Apache Tomcat Web Application Container
After=network

[Service]
Type=forking

Environment=JAVA_HOME=/usr/lib/jvm/java-1.8.0-openjdk-amd64/jre
Environment=CATALINA_PID=opt/tomcat/temp/tomcat.pid
Environment=CATALINA_Home=/opt/tomcat
Environment=CATALINA_BASE=/opt/tomcat
Environment=’CATALINA_OPTS=-Xms512M –Xmx1024M –server –XX:+UserParallelGC’
Environment=’JAVA_OPTS.awt.headless=true –Djava.security.egd=file:dev/v/urandom’

ExecStart=/opt/tomcat/bin/startup.sh
ExecStop=/opt/tomcat/bin/shutdown.sh

User=tomcat
Group=tomcat
UMask=0007
RestartSec=10
Restart=always

[Install]

WantedBy=multi-user.target

Simpan dan tutup file tersebut setelah memasukkan command diatas.

Selanjutnya, buatlah notifikasi pada sistem bahwa Anda telah membuat file baru dengan mengluarkan perintah sebagai berikut:

sudo systemct1 daemon-reload

Perintah dibawah ini akan memberikan Anda akses untuk mengeksekusi layanan Tomcat:

cd /opt/tomcat/bin

sudo .startup.sh.run

Langkah 6: Menyesuainan firewall

Cara Instal Apache Tomcat di Ubuntu

Sangat penting untuk menyeuaikan firewall sehingga request sampai ke layanan. Tomcat menggunakan port 8080 untuk menerima permintaan konvensional. Izinkan traffic ke port tersebut dengan menggunakan UFW:

 sudo ufw allow 8080

Ikuti perintah dibawah ini untuk mengakses halaman splash dengan mengunjungi domain atau alamat IP Anda dan diikuti oleh 8080 di web browser – http: // IP:8080

Langkah 7: Konfigurasi Tomcat Web Management Interface

Silakan ikuti perintah dibawah ini untuk menambahkan loggin ke akun pengguna Tomcat Anda dan edit file tomcat-users.xml:

sudo nano /opt/tomcat/conf/tomcat-users.xml

Sekarang tetapkan user yang berhak mengakses file dan menambahkan username serta password:

tomcat-users.xml – Admin User
<tomcat-users . . .>
<tomcat users . . .>
<user username=”admin” password=”password” roles=”manager-gui,admin-guy”/>
</tomcat-users>

Untuk Manager app, silakan masukkan perintah

sudo nano /opt/tomcat/webapps/manager/META-INF/context.xml

Untuk Host Manager app silakan tulis:

sudo nano/opt/tomcat/webapps/host-manager/META-INF/context.xml

Untuk merestart Tomcat service dan melihat hasilnya, silakan masukkan perintah sebagai berikut:

sudo systemct1 restart tomcat

Langkah 8: Akses online

Kini, setelah Anda mempunyai user Tomcat, Anda dapat mengakses tampilan manajemen web di browser. Sekali lagi, Anda dapat mengaksesnya dengan memberikan nama domain atau alamat server Anda diikuti oleh port 8080 di browser Anda. http:server_domain_or_IP:8080

Kemudian cek Manager App yang dapat diakses via http://server_domain-or_IP:8080/manager/html.

Pastikan bahwa Anda telah memasukkan kredensial akun ke file tomcat-users.xml

Anda dapat menggunakan web application manager untuk mengatur aplikasi Java. Anda dapat memulai, menghentikan, reload, deploy, dan undeploy menggunakan aplikasi ini. Dan terakhir, ia dapat menyediakan data tentang server Anda di bagian halaman yang paling bawah.

Sekarang, silakan cek Host Manager yang dapat diakses via http://server_domain_or_IP:8080/host-manager/html/

Dari halaman Virtual Host Manager, Anda juga dapat menambah virtual host yang baru dengan mengikuti panduan dari aplikasi.

Kesimpulan

Demikian artikel cara instal Apache Tomcat di Ubuntu. Dengan dukungan komunitas yang besar, Apache Tomcat menjadi salah satu web server yang direkomendasikan, termasuk oleh Unlimited.ID.