Sebagai pemiliki website, sangat penting untuk memperhatikan kecepatan website. Karena, setidakanya ada dua hal yang berpengaruh dari website yang cepat. Yang pertama tentu saja pada peringkat hasil pencarian Google. Dan yang kedua adalah pengaruh pada user experience pengungjung website. Pengunjung tentu akan merasa lebih nyaman dan betah berlama-lama di website dengan kecepatan loading yang bagus. Terlebih era sekarang ini, di mana internet dapat diakses menggunakan perangkat apapun. Entah itu personal komputer, laptop, hingga smartphone. Tahun 2011 dinilai sebagai awal mula bergesernya cara orang untuk mengakses internet menggunakan smartphone.

Jadi sebagai pemiliki website atau bahkan pengembangnya harus mulai memperhatikan tampilan website via perangkat mobile. Dan bukan hanya sekedar tampilan, namun kecepatan akses juga patut menjadi perhatian. Salah satu jalan optimasi kecepatan website berbasis mobile adalah dengan menggunakan Google AMP atau Accelerate Mobile Pages.

Sobat Unlimited, pada artikel ini kita akan membahas apa itu Google AMP dan bagaimana cara Google AMP bekerja. Jadi, simak artikel ini sampai selesai, ya.

Apa Itu Google AMP?

Apa itu Google AMP

AMP pada Google adalah singkatan dari Accelerated Moblie Pages. Google AMP sendiri sebenarnya adalah proyek sumber terbuka, yang didukung oleh perusahaan-perusahaan teknologi kelas dunia. Dua contohnya tentu saja Google dan Twitter.

Tujuannya tak lain adalah untuk membuat beban konten website dapat di muat lebih cepat bagi pengguna perangkat mobile. Hal ini tak bisa dilepaskan dari semakin canggihnya perangkat mobile dan besarnya jumlah pengguna yang mengakses internet menggunakan smartphone dan tablet. Google sendiri menyediakan Google AMP untuk membantu pemilik website agar proses loading website menjadi semakin cepat. Dengan mengurangi beban website Anda.

Format artikel AMP yang telah digunakan oleh lebih dari 200 publisher, termasuk WordPress, Google, LinkedIn, Twitter, dan lain sebagainya. AMP pun muncl juga bukan tanpa sebab. Banyak pengguna telepon genggam yang sering mengeluh sering merasa lambat mengakses sebuah halaman website.

Ini tak lepas dari banyaknya elemen konten saat proses memuat halaman akan mengambil sebagian waktu beberapa detik untuk dapat membuka. Terkadang, walaupun semua optimasi sudah dilakukan oleh pemilik website guna mempercepat loading website agar lebih cepat lagi, tapi masih sering terasa lambat.

Cara Kerja Google AMP

Diatas Anda telah mengetahui apa itu Google AMP. AMP menggunakan kode HTML dan Javascript dalam jumlah terbatas. Dengan begitu, dapat membuat konten Anda dapat di-host di cache Google AMP. Jadi, ketika pengguna mengklik tautan Anda pada hasil pencarian, maka Google akan secara otomatis akan menampilkan halaman website Anda dari versi cache yang sudah tersimpan di Google AMP Cache.

Dapat dikatakan, cara kerja Google AMP ini sangat mirip dengan Facebook Instant Article. Yang membedakannya adalah Instant Article milik Facebook terbatas hanya untuk aplikasi Facebook Mobile, atau yang diakses dari browser smartphone.

Google AMP sendiri dapat digunakan oleh banyak aplikasi. Tools ini  kompatibel dengan Google, LinkedIn, Twitter, dan banyak lagi yang lainnya. Jadi, Google AMP memang telah diadaptasi oleh banyak pengembang website dan pengembang aplikasi.

Baca Juga : Cara Instal Google Site Kit di WordPress

Cara Setting Google AMP di WordPress

Apa itu Google AMP

Hal pertama yang harus Anda lakukan untuk menggunakan Google AMP di WordPress adalah menginstal dan mengaktifkan plugin AMP terlebih dahulu. Ada banyak plugin AMP yang bisa Anda gunakan. Salah satu yang populer adalah plugin “AMP” dari Automattic.

Setelah plugin aktif untuk melihat bagaimana website Anda terlihat pada perangkat mobile menggunakan AMP, silakan masuk ke menu “Appearance -> AMP.

Pada bagian ini, Anda bisa melakukan berbagai perubahan-perubahan yang memang diperlukan. Seperti mengubah background header dan wana teks. Warna background header yang Anda pilih juga digunakan sebagai warna link nantinya.

Plugin juga akan menggunakan logo website Anda jika tema WordPress yang Anda gunakan memang mendukung. Untuk menyimpan perubahan yang ada, jangan lupa klik tombol Save and Publish. Jadi, Anda dapat mengunjungi posting di website Anda dan menambahkan “/amp/” pada akhir URL.

Cara Custom Tampilan Accelerated Mobile Pages

Sobat Unlimited, plugin AMP untuk WordPress mempunyai kustomisasi yang terbatas. Namun Anda dapat menggunakan beberapa plugin lainnya untuk menambahkan beberapa penyesuaian lagi.

Misalnya, jika Anda sudah menggunaakn plugin Yoast SEO pada website WordPress, silakan menginstal dan mengaktifkan plugin “Glue for Yoast SEO & AMP.

Glue for Yoast SEO & AMP adalah plugin add-on untuk Yoast SEO dan plugin AMP. Setelah melakukan aktivasi, Anda perlu mengakses halaman SEO ->AMP untuk melakukan pengaturan plugin.

Plugin yang satu ini memungkinkan Anda untuk mengaktifkan dukungan AMP untuk jenis posting lainnya. Misalnya, Anda dapat menentukan warna dan pilihan desain, dapat upload logo dan gambar header standar yang akan digunakan saat posting.

Anda pun juga bisa menambahkan ID Google Analytics. Silakan akses tab “Analytics”. dan untuk menyimpan perubahan pada pengaturan, jangan lupa klik tombol “Save Changes”.

Kelebihan dan Kekurangan Google AMP

Apa itu Google AMP

Kelebihan Google AMP

Meningkatkan Pengalaman Pengguna

Salah satu kelebihan utama Google AMP adalah meningkatkan pengalaman pengguna smartphone yang memiliki koneksi internet yang lambat. Apalagi di Indonesia, kecepatan internet setiap wilayah itu tidak sama.

  • Mendapatkan Peringkat Tinggi di Google

Kelebihan kedua adalah untuk mendapatkan peringkat yang lebih tinggi di mesin pencari.

Kekurangan Google AMP

Saat menggunakan Google AMP, kemampuan website dibatasi dalam menampilkan popup form email, slider, banner, dan custom website dinamis lainnya. Kekurangan lain dari AMP adalah hanya mendukung Google Analytics sebagai alat analisis. Pilihan iklan yang ditampilkan juga terbatas pada website yang menggunakan Google AMP.

Accelerated Mobile Pages membuat website terasa ringan karena hanya menggunakan set HTML, Javascript, dan CSS yang lebih terbatas. Artinya adalah, Anda tidak dapat menambahkan fitur dan widget tertentu ke AMP Anda.

Kekurangan yang lain adalah adanya keluhan beberapa pengguna. Tak sedikit pemilik website yang kehilangan traffic seluler jika Anda mengaktifkan Google AMP dan juga merasa kesulitan ketika kembali ke versi biasa dari Google AMP sebelumnya.

Kesimpulan

Google masih terus melakukan perkembangan pada AMP. Apalagi AMP masih bersifat open source. Sehingga dalam pengembangannya, tidak terbatas pada Google saja, tetapi pihak ketiga pun bisa berkontribusi.

Semoga artikel ini dapat memberikan wawasan baru tentang apa itu Google AMP. Buat website Anda sekarang juga dengan berlangganan hosting murah terbaik di Unlimited.ID. Klik di sini untuk informasi selengkapnya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *