Apa yang kamu pikirkan ketika mendengar bisnis startup? Sebagian dari kita, mungkin mendengar bisnis startup sebagai perusahaan yang bergerak di dunia teknologi dan digital. Sebenarnya, pemikiran seperti ini tidak salah, sih. Namun, apa sih sebenarnya karakteristik bisnis startup dan bagaimana perkembangan bisnis ini di Indonesia? 

Di Indonesia sendiri, terdapat 2.200 startup. Hal tersebut menempatkan Indonesia di urutan kelima negara dengan startup terbanyak di dunia. Eksisnya perkembangan startup di Indonesia, seakan pertanda, bahwa bisnis ini memang sangat menjanjikan. Walaupun demikian, bisnis startup juga tidak lepas dari namanya perjuangan yang tak mudah. 

Oleh karena itu, pada artikel kali ini, kami akan berbagi dengan Sobat Unlimited semuanya, tentang apa itu startup. Jadi, simak artikel ini sampai selesai, ya. 

Apa Itu Startup? 

apa itu startup

Sesuai namanya, startup adalah perusahaan rintisan yang sedang dalam tahap pengembangan dalam banyak hal. Mulai dari produk, pelayanan, pencarian pangsa pasar, model bisnis, dan lain sebagainya. 

Startup, dapat diibaratkan sebagai remaja, yang masih dan akan banyak mengalami perubahan dan dalam tahap pendewasaan. Ketika startup sudah mencapai usia “dewasa”, maka ia bisa dianggap sebagai perusahaan yang sesungguhnya. 

Baca Juga : Cara Setting W3 Total Cache

Mengatasi kekurangan, melakukan inovasi yang ada atau menciptakan barang baru, adalah akar dari startup. Artinya, kehadiran perusahaan startup seringkali “mengganggu” cara pandang dan cara berpikir yang ada di industrinya. Inilah sebab mengapa banyak startup dikenal sebagai disruptors, atau pengganggu di industrinya masing-masing. 

Kita mungkin sangat familiar dengan startup saat mendengar perusahaan teknologi besar di Indonesia, seperti Gojek, Tokopedia, Bukalapak, dan lain sebagainya. 

Banyak ahli yang berpendapat, bahwa sebenarnya startup tidak hanya dimonopoli oleh perusahaan baru yang bersentuhan dengan teknologi, dunia digital, dan aplikasi. Tetapi juga bisa mengenai gerakan ekonomi rakyat yang mandiri tanpa bantuan korporasi besar dan mapan. 

Karakteristik Bisnis Startup

Bisnis startup, memiliki karakteristik sendiri, yang membedakannya dengan bisnis UMKM. Berikut adalah karakteristik bisnis startup: 

Inovatif dan Disruptif

Karakter startup yang menonjol adalah inovatif dan disruptif. Inovasi artinya pembaruan. Sedangkan disruptif adalah mengubah sistem yang sudah ada sebelumnya. Startup harus memberikan solusi yang berbeda. 

Agar inovasi yang diciptakan sesuai dengan kemauan pasar, startup harus mulai melihat sesuatu dari kacamata konsumen. Salah satu contoh yang paling bisa kita lihat adalah Gojek. Kemunculan perusahaan ride sharing yang membuat akses ojek menjadi lebih mudah dan cepat. Bahkan, kini Gojek tengah berkembang menjadi super app. 

Memiliki Website dan Aplikasi Mobile

Pada dasarnya, startup menggunakan teknologi untuk mengembangkan bisnisnya. Inilah mengapa startup sudah ada di dunia online sejak awal kemunculannya. 

Bagi startup, memiliki website adalah kewajiban dan bisa bermanfaat untuk banyak hal. Mulai dari branding, edukasi pelanggan, promosi, dan menjual layanan. 

Kemudian, startup juga harus go mobile. Go mobile menjadi ladang yang besar untuk menjaring konsumen. 

Memiliki Investor

Investor memiliki peranan yang cukup penting dalam bisnis startup. Startup membutuhkan investor untuk beberapa hal. Seperti suntikan modal awal, pengembangan, dan ekspansi bisnis. Uang dari investor juga tidak diberikan secara cuma-cuma. Ada timbal balik yang tentu saja diinginkan oleh investor. 

Menjalani Inkubasi Bisnis

apa itu startup

Inkubasi adalah program yang bertujuan untuk membantu pengembangan startup di tahap awal. Program ini umumnya terdiri dari pelatihan, mentoring, dan hingga pendanaan. Pembinaan ini dilakukan hingga bisnis startup cukup stabil dan bisa dikelola secara mandiri. 

Kemudian ada yang namanya akselerasi. Program ini bertujuan untuk mempercepat perkembangan sebuah startup. Startup yang mengikuti program akselerasi biasanya sudah memiliki ide yang matang dan siap dijalankan. 

Pertumbuhan Bisnis yang Cepat

Salah satu alasan mengapa disebut startup adalah karena perkembangan bisnis yang cepat. Startup sendiri bisa dibedakan dengan predikat khusus, sesuai dengan pertumbuhannya. Yaitu: 

  • Cockroach, startup yang barus dirilis, memiliki daya tahan hidup tinggi dan giat mencari pendanaan. 
  • Ponies, pendanaan startup yang memiliki pendanaan hingga 10 juta dollar dan akan terus berkembang. 
  • Centaurs, perusahaan yang memiliki valuasi 100 juta dollar dan dianggap memiliki produk yang sustainable. 
  • Unicorn.Predikat untuk startup yang memiliki pendanaan diatas 1 miliar dollar. 
  • Decacorn, predikat ini ditujukan untuk startup dengan level valuasi mencapai 10 miliar dolar. Pada level ini, sebuah startup dimungkinkan untuk ekspansi keluar negeri dan mendominasi pasar. 
  • Hectocorn, startup yang sepenuhnya telah menjadi perusahaan. Nilai valuasinya sudah lebih dari 100 miliar dollar. Pada level ini, perusahaan sudah berskala global. Contohnya, kita kenal Google, Apple, dan Microsoft. 

Sejarah Perkembangan Startup 

Walaupun baru menjadi fenomena, terutama 10 tahun terakhir di Indonesia, ternyata startup memiliki sejarah yang panjang. Ada cerita menarik yang mengiringi perkembangan jenis bisnis yang satu ini. 

Era Bubble dot.com

Bubble dot com adalah masa di mana perusahaan berbasis internet dapat menarik minat investor, hingga memiliki nilai saham yang tinggi. Fenomena ini terjadi di Amerika Serikat, ketika internet mulai bisa digunakan masyarakat umum. 

Baca Juga : Mengenal CRM Beserta Manfaatnya

Masa itu, internet dianggap sebagai penemuan baru yang luar biasa dan memiliki masa depan yang cerah. Hal inilah yang kemudian memunculkan ribuan perusahaan baru dan internet adalah penggerak utamanya. Fenomena inilah, kemudian muncul istilah startup. 

Persaingan yang ketat, marketing yang sembarangan, dan manajemen keuangan yang acak-acakan, akhirnya membuat banyak startup di era ini gulung tikar. Hal inilah yang dikenang sebagai pecahnya gelembung dot com. 

Startup di Masa Kini

apa itu startup

Setelah masa kelam tersebut, kini, dunia startup mulai bergeliat lagi. Berawal di Amerika Serikat, startup lalu merambah ke belahan dunia lain. 

Untuk kasus di Indonesia, seiring dengan banyaknya jumlah pengguna layanan digital, banyak bermunculan startup-startup baru. Dan ya, kita bisa menemui bisnis startup di berbagai lini industri. Mulai dari fashion, makanan, media, pendidikan, kesehatan, dan lain sebagainya. 

Startup di Masa Depan 

Startup seakan menjadi bisnis yang menjanjikan masa depan yang cerah. Dengan pengguna internet yang tinggi, Indonesia menjadi tempat startup tumbuh subur. Ya, kini Indonesia sendiri memiliki satu decacorn dan empat unicorn. 

Menurut laporan Google dalam e-Conomy SEA 2019, nilai ekonomi internet di Indonesia tahun 2019 mencapai 40 miliar dollar. Di tahun 2025, nilai ini diprediksi bisa mencapai 130 miliar dollar. 

Penutup

Masa depan bisnis startup sangat cerah. Seiring dengan pengembangan teknologi yang semakin cepat, bisnis startup juga akan semakin banyak bermunculan. Semoga dengan artikel ini, kamu bisa lebih tahu apa itu startup dan segala hal yang ada di dalamnya. 

Mau punya web hosting ngebut dan uptime bagus? Tunggu apalagi, langganan hosting murah Unlimited sekarang juga!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *