Perkembangan teknologi yang sedemikian pesat dari waktu ke waktu, membuat pekerjaan di dunia teknologi, seperti web development menjadi daya tarik tersendiri. Dan salah satu peran yang terdapat di bidang web development adalah back-end developer. Ya, tidak bisa dipungkiri, beberapa tahun terakhir, web developer menjadi pekerjaan yang banyak diminati. Terutama sekali oleh para anak muda yang memang tertarik di dunia IT. 

Namun, jika kamu ingin masuk ke profesi back-end developer, kamu harus mengenal gambaran umum web development. Maka dari itu, untuk kamu yang ingin tahu lebih banyak tentang profesi back-end developer, pada artikel kali ini, Unlimited akan membagikan informasi menarik tentang back-end developer. Sobab Unlimited, simak artikel ini sampai selesai, ya. 

Mengenal Profesi Website Developer

Sebelum membahas lebih jauh tentang bagaimana cara menjadi back-end developer, alangkah baiknya jika kamu lebih dulu mengenal profesi web developer secara keseluruhan. Pekerjaan sebagai web developer adalah membuat website menggunakan berbagai bahasa pemrograman. Hal-hal yang dikerjakan seorang web developer meliputi desain tata letak website, pengembangan fungsionalitas website, dan user experience. 

Tak hanya membuat, web developer juga menangani proses maintenance, melakukan update, dan pemeriksaan masalah teknis lainnya. Dan karena cakupannya cukup luas, website developer umumnya dibagi menjadi tiga spesialisasi, yaitu: Front-end developer, back-end developer, dan full stack developer. 

Baca Juga: Cara Memasang Captcha Google di WordPress

Sekarang, kamu sudah tahu kalau back-end developer adalah salah satu posisi dan peran dalam semesta profesi web developer. Di bagian selanjutnya, kita akan membahas apa itu back-end developer. 

Back-end Developer Adalah

Back-end development sangat berkaitan dengan penulisan kode, sehingga tidak akan terlihat oleh user. Peran seorang back-end developer menangani hal-hal yang berkaitan dengan fungsi sistem, API, library, dan yang sejenisnya. Bisa juga, back-end developer berperan untuk menangani hal-hal yang perbaikan.

Salah satu kerja-kerja back-end developer sangat berkaitan dengan database. Untuk bisa menjadi seorang back-end developer, kamu harus menguasai PHP dan SQL. Juga penting untuk memiliki pemahaman dasar tentang HTML dan CSS, yang sangat diperlukan untuk menyajikan data dalam bentuk yang rapi. 

Skill yang Harus Dimiliki Seorang Web Developer

SQL

Skil pertama yang harus dimiliki seorang back-end developer adalah database SQL. Ini penting sekali bagi seorang back-end. Kalau websitemu mengumpulkan berbagai informasi milik user, seperti alamat email, nama, nomor telepon, dan lain-lain, maka seluruh informasi tersebut harus disimpan di database. 

Di database, SQL memiliki beberapa fungsi. Seperti memfilter, menambahkan, menghapus, hingga menggabungkan informasi lainnya. Di dunia nyata, database bisa diibaratkan sebagai gudang. 

Ada beragam bahasa pemrograman yang terkait dengan database. Seperti MySQL, PostgreSQL, SQL server, dan masih banyak lagi lainnya. Kalau kamu sudah terbiasa menggunakan SQL, akan lebih mudah buatmu ketika menggunakan program lainnya. 

PHP

Skil kedua yang harus dikuasai dengan baik oleh seorang back-end developer adalah PHP. PHP berguna untuk memberikan sisi fungsionalitas pada website. Maka, penting untuk mempelajari bahasa pemrograman yang satu ini. PHP memiliki peranan yang penting dalam komunikasi antara website dengan database. Salah satu contoh penerapan PHP bisa dilihat saat kita mengisi form login. Form untuk login, umumnya dibuat menggunakan PHP. 

Saat kamu mengetikkan informasi login, PHP akan mempelajari dan menjalankan pengecekan database. Apakah informasi yang dimasukkan benar atau tidak. Jika benar, maka kamu bisa masuk ke dashboard akun. 

Application Programming Interface (API)

Skil lain yang harus dikuasai oleh web developer, tentu saja application programming interface, alias API. API adalah sekumpulan perintah, fungsi, dan protokol yang dapat digunakan oleh programmer ketika membangun perangkat lunak untuk sistem operasi tertentu. 

Dengan API, programmer dapat berinteraksi dengan sistem operasi. Dua format API yang populer saat ini, adalah JSON dan XML. Keahlian menggunakan API sangat penting untuk dikuasai seorang back-den developer. Ada banyak situs dan platform yang bisa kamu coba sebagai tempat untuk belajar. 

Cara Menjadi Back-end Developer

Untuk bisa menjadi seorang back-end developer yang andal, ada langkah panjang yang harus dilalui. Juga, proses belajar yang tiada henti. Untuk bisa menjadi back-end developer, berikut ini yang harus kamu lakukan: 

1. Mengikuti Kursus 

Beruntung, saat ini kita hidup di zaman untuk mendapat segala informasi yang begitu mudah. Termasuk informasi tentang kursus untuk menjadi seorang web developer. Kamu bisa mengikuti kursus online yang banyak tersedia di internet. 

Beberapa platform yang bisa kamu pilih untuk mengikuti kursus bahasa pemrograman, antara lain Udemy, BitDegree, dan Coursera. Sebagai pengenalan, kamu bisa memulainya dengan mengikuti kelas gratis yang didedikasikan khusus untuk mereka yang baru mengenal bahasa pemrograman. 

Atau, kamu juga bisa mempelajari pemrograman website di YouTube, atau forum daring untuk coding, seperti Stack Overflow. Forum ini bisa membantumu untuk terhubung dengan komunitas web developer di seluruh dunia. 

2. Mengikuti Bootcamp

Kalau belajar sendiri tidak efektif, kamu bisa mencoba untuk mengikuti bootcamp alias program pelatihan. Umumnya, sebuah bootcamp coding dilaksanakan selama 15 sampai 30 minggu. Program bootcamp biasanya akan fokus pada skill praktis yang permintaannya sedang tinggi-tingginya. 

Baca Juga: Tema WordPress Terbaik Untuk Website Berita

Bahkan, ada beberapa bootcamp ada yang menawarkan bantuan pencarian kerja, yang bekerjasama dengan perusahaan yang bergerak di bidang IT. Karena bootcamp hanya fokus di skill tertentu serta proses belajar yang akan sangat cepat, kamu juga harus bisa menyerap semua materi dalam waktu yang singkat. 

3. Membuat Portofolio

Portofolio adalah media yang tepat untuk menunjukkan skillmu. Dengan portofolio, kamu bisa memantau progress karier dan menunjukkan kredibilitas di mata pihak yang ingin menggunakan jasamu. 

Untuk membuat portofolio, kamu bisa membuat website dari awal. Untuk kemudahan dan kecepatan, kamu bisa membuat website menggunakan WordPress. WordPress sendiri sangat andal dan lebih mudah untuk mengelola konten lebih mudah lagi. 

Penutup

Menjadi back-end developer apalagi dapat bekerja di perusahaan IT besar, tentu menjadi cita-cita banyak orang. Belajar dan terus belajar adalah kunci untuk kamu yang ingin menjadi back-end developer. 

Mau punya web hosting ngebut dan uptime bagus? Tunggu apalagi, langganan hosting murah Unlimited sekarang juga!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *