WordPress. Siapa yang tak kenal dengan content management system besutan Auttomatic ini? WordPress adalah CMS yang sangat powerful. Tak hanya powerful, WordPress adalah CMS yang cukup mudah untuk dikustomisasi. Salah satu elemen yang paling sering diubah pada WordPress adalah tema. Jika kamu adalah pengguna WordPress, setidaknya, pasti sekali dalam seumur hidup pernah mengganti tema.  Hanya saja, mengubah tema lebih dari sekadar klik dan aktifkan. WordPress menawarkan kemudahan. 

Pada artikel kali ini, kami akan berbagi informasi dengan Sobat Unlimited semuanya, tentang hal-hal yang harus diperhatikan sebelum mengubah tema WordPress. Langkah-langkah ini penting untuk memastikan bahwa website WordPress-mu tetap berjalan lancar. Karena, mengganti tema WordPress mengandung risiko ada data yang terhapus. 

Jadi, silakan simak artikel ini sampai selesai, ya.

Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Mengganti Tema WordPress

Mengganti tema adalah salah satu jenis kustomisasi paling umum yang dilakukan oleh pengguna WordPress. Ya, di WordPress, mengganti tema sangat mudah dilakukan. Hanya dengan beberapa klik saja. 

Hanya saja, mengganti tema di WordPress, rupanya tidak semudah yang dibayangkan. Ada banyak hal yang harus diperhatikan. Berikut adalah hal-hal yang harus kamu perhatikan sebelum mengganti tema WordPress. 

1. Buat Catatan Tentang Tema Saat Ini

Salah satu hal mengapa WordPress bisa menjadi CMS dengan pengguna terbanyak adalah, besarnya komunitas pengguna WordPress. Untuk menemukan solusi dari setiap permasalahan yang mereka hadapi, pengguna WordPress cukup Googling dan pencarian akan membawa mereka ke grup-grup di internet. 

Pun begitu saat mengganti tema. Seringkali pengguna WordPress menemukan solusi dalam bentuk snippet, yang ditambahkan secara manual dalam tema. Seperti functions.php, atau file lain. Dan karena perubahan ini dilakukan sekali, orang cenderung akan dengan mudah melupakannya. 

Baca Juga : Cara Setting W3 Total Cache

Solusi yang bisa kamu lakukan adalah telusuri file tema yang kamu miliki, dan kemudian catat kode apa saja yang telah ditambahkan. Kamu juga bisa membandingkan loading time tema lama dengan tema yang baru. 

Untuk melakukan pengujian ini, kamu bisa menggunakan tools seperti Pingdom Tools dan YSlow untuk menguji halaman yang berbeda. 

2. Perhatikan Widget Setelah Mengganti Tema 

Salah satu hal yang harus kamu perhatikan saat akan mengganti tema WordPress adalah kompatibilitas antara tema yang baru dengan widget yang telah terpasang sebelumnya. Widget yang terletak di sidebar, selain mudah digunakan, juga sangat mudah dikustomisasi. 

Di sidebar, pengguna bisa menambahkan foto, tautan media sosial, hingga menyematkan video. Jadi, pastikan tema baru yang kamu siapkan kompatibel dengan widget yang digunakan saat ini. 

Widget yang tidak kompatibel dengan tema, akan membuat widget yang mungkin sudah dikustomisasi dengan cantik akan hilang. Semua usahanya akan sia-sia. Apapun widget yang sudah kamu kustomisasi, akan tertimpa dari kode tema yang baru. Pastikan kamu menambahkan kode tersebut ke sidebar tema WordPress yang baru. 

3. Jangan Sampai Kehilangan Tracking Code

Untuk melakukan segala hal yang berkaitan dengan analisis, salah satu alat tracking yang populer adalah Google Analytics. Tak hanya Google Analytics, sebenarnya masih ada lagi tools tracking lain. Namun, banyak blogger yang sudah kadung familiar dengan Google Analytics. 

Umumnya, para blogger menggunakan plugin tersebut menggunakan plugin untuk menambahkan kode pelacakan. 

Ada juga yang memodifikasinya menggunakan file footer .php. Apakah kamu juga menempelkan tracking code di website adsense-mu? 

Apapun kode yang kamu tanam di website atau di blog, pastikan untuk menyalin kode tersebut, sebelum mengganti tema WordPress yang baru. 

Dengan begitu, kamu tidak lagi kerepotan saat kode atau plugin dari tema yang lama tidak kompatibel pada tema yang baru. Meskipun terhitung hal yang simpel, namun banyak blogger yang lupa melakukannya. 

4. Melakukan Backup

Meskipun “hanya” mengganti tema, melakukan hal ini dapat berpotensi untuk menghilangkan elemen-elemen yang telah ada di website sebelumnya. Inilah pentingnya untuk melakukan pencadangan, atau backup. 

Sebagai pemilik website, langkah pencegahan yang harus kalian lakukan adalah membackup semua file, tema, plugin, dan database. 

Ada banyak tools yang bisa kalian gunakan untuk membackup semua yang ada di dalam website, kalian sebelum mengganti tema yang baru. 

5. Mengaktifkan Maintenance Mode

Ketika akan mengganti tema WordPress, pastikan untuk mengaktifkan maintenance mode. Maintenance bisa menjadi pilihan kalau kamu tidak ingin pengguna melihat situs yang sedang rusak. 

Tak perlu lama-lama saat mengaktifkan maintenance mode. Kamu bisa mengaktifkan maintenance mode, paling tidak selama 15-20 menit. Pastikan bahwa semuanya telah berfungsi dengan baik. Di maintenance mode, kamu bisa melanjutkan mengatur tema baru. 

6. Lakukan Pengetesan Fungsi dan Plugin

Setelah tema baru berhasil diaktifkan, jangan lupa untuk melakukan pengetesan segala fitur dan plugin pada tema yang baru. 

Pada tahap ini, kamu harus memastikan fitur dan plugin yang ada berjalan dengan baik pada tema yang baru. 

Kamu bisa menentukan, plugin dan widget apa saja yang ingin ditambahkan dari tema lama ke tema yang baru. 

Cobalah semua fitur yang ada pada tema tersebut. Mulai dari komentar, membuat postingan, halaman pencarian, 404, halaman arsip, kontak, dan lain sebagainya. Pastikan semua widget yang ada pada tema baru tersebut dapat bekerja dengan baik. 

7. Uji Kompatibilitas Browser

Tak hanya melakukan pengecekan fungsi dan plugin, salah satu hal yang penting dilakukan adalah melakukan uji kompatibilitas browser. Apalagi, setiap browser memiliki waktu pemrosesan yang berbeda-beda. Pastikan tema yang kamu tambahkan terlihat bagus pada setiap browser. Terutama browser-browser populer. Seperti Firefox, Chrome, dan terutama Microsoft Edge. 

8. Penyesuaian Warna Widget dan Tema 

Melakukan penyesuaian pada warna widget dengan tema adalah hal yang penting. Ya, hal ini berkaitan dengan kenyamanan mata pengunjung. 

Misalnya, tema kalian menggunakan warna dominan merah, dan widget Instagram di sidebar menggunakan warna yang senada. Untuk memberikan kesan visual yang menarik, perhatikanlah kontras warna widget dengan tema. 

9. Tes Loading Time 

Setelah mengganti tema, jangan lupa untuk menguji loading time dari tema baru tersebut. Kamu bisa membandingkan loading time lama dengan tema yang baru. Kalau kamu merasa tema baru memiliki loading time yang lambat, kamu bisa mencari solusi untuk meningkatkan kecepatannya.

Baca Juga : Mengenal CRM Beserta Manfaatnya

10. Umumkan Pada Pengunjung Dan Mintalah Feedback

Setelah melakukan switching dan mematikan mode maintenance, buatlah sebuah postingan bahwa kamu baru saja mengganti tema WordPress. 

Beritahukan pada pengunjung bila kemungkinan terdapat bug pada tema tersebut. Atau, bisa juga meminta feedback dan masukan tentang apa yang kurang dan perlu dibenahi. 

Penutup

Walaupun sangat mudah dikustomisasi, tetapi bukan berarti boleh mengesampingkan berbagai faktor saat akan mengganti tema. Salah-salah bukannya mendapatkan tampilan tema baru nan segar, kamu malah kerepotan melakukan penyesuaian. 

Mau punya web hosting ngebut dan uptime bagus? Tunggu apalagi, langganan hosting murah Unlimited sekarang juga!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *