Menulis teks berkualitas tinggi bukan hanya masalah menggabungkan fakta yang diteliti dengan baik dan mendalam. Hanya saja, banyak orang membuat kesalahan dengan mengabaikan aspek penulisan yang simpel tapi penting: Tulisan Anda harus mudah dibaca. Singkatnya, jika pembaca mendapati tulisan yang sulit dimengerti, mereka akan dengan mudah meninggalkan Anda. Penting untuk tahu cara meningkatkan readability score di WordPress.

Alasan inilah yang mendasari mengapa readability sangat penting untuk diperhatikan. Di WordPress untuk menarik minat pembaca, Anda harus meningkatkan readability score. Readability adalah ukuran untuk menggambarkan tingkat kemudahan membaca sebuah teks. Untuk meningkatkan readability sendiri adalah perkara yang cukup tricky. Tantangan utamanya tentu saja adalah membuat konten berkualitas sekaligus kemudahan membaca.

Sobat Unlimited, artikel ini akan menjelaskan pada Anda dasar-dasar apa yang membuat readability score menjadi lebih bagus. Juga tools-tools yang digunakan untuk meningkatkan readability score di WordPress.

Apa yang dimaksud dengan Readability Score?

Cara Meningkatkan Readability Score di WordPress

Sebelum lebih jauh melangkah mengenai cara meningkatkan reability score di WordPress, terlebih dahulu Anda harus tahu apa yang dimaksud dengan readability score. Mudahnya seperti setiap kali Anda menulis sesuatu Anda perlu memastikan bahwa orang dapat membaca tulisan Anda tanpa kesulitan berarti. Bukan hanya para pemula, terkadang orang yang sudah lama berkecimpung di dunia blogging banyak yang mengabaikan readability ini.

Karena itu sangat penting untuk meningkatkan nilai readability. Teks dengan keterbacaan yang tinggi lebih mudah di baca sedangkan nilai keterbacaan yang rendah akan membuat pembaca mengalami kesulitan.

Ada beberapa indikator alami yang menentukan skor keterbacaan, termasuk di dalamnya faktor desain. Misalnya ukuran font, warna, dan tata letak. Semuanya dapat mempengaruhi readability score. Selain itu, faktor yang mempengaruhi readability score termasuk seperti panjang pendek kalimat dan paragraf, dan jenis kata yang digunakan.

Baca Juga: Cara Moderasi Komentar di WordPress

Mengapa Harus Meningkatkan Readibility Score?

Alasan paling jelas mengapa readability score sangat penting adalah agar sebuah tulisan lebih mudah dipahami. Sebagai pemilik website, tentu saja Anda ingin pengunjung tidak hanya membaca hasilnya saja, tetapi menyerap informasi penting yang ada di dalamnya.

Apalagi, salah satu tujuan yang ingin dicapai di sebuah tulisan adalah membuat Call to Action (CTA). Karenanya, sangat penting untuk membuat pembaca tidak berhenti membaca konten Anda. Apalagi, readability score memiliki pengaruh pada peringkat SEO (search engine optimization). Google menjadikan ini sebagai salah satu acuan standard SEO. Tak hanya memastikan website Anda lebih menarik, readability score juga dapat membantu Anda meraih audiens potensial.

7 Cara Meningkatkan Readability Score di WordPress

Membuat tulisan yang mudah dibaca dan dipahami bukanlah pekerjaan yang mudah. Untuk dapat membuat konten yang mudah dibaca adalah banyak-banyak membaca dan berlatih menulis. Berikut ini adalah cara meningkatkan readability score di WordPress:

1. Buatlah kalimat yang pendek

Semakin panjang sebuah kalimat, berpotensi untuk semakin sulit dipahami. Walaupun tidak ada batasan yang jelas, banyak yang berpendapat kalimat yang baik tidak lebih dari 20 kata. Kalimat yang terlalu panjang akan membuat pembaca Anda kelelahan dan “kehabisan nafas”. Agar sebuah kalimat bisa dicerna dengan baik, alangkah baiknya untuk membaginya menjadi beberapa bagian. Tetapi bukan berarti Anda tidak boleh membuat kalimat panjang. Kombinasi kalimat panjang dan pendek dapat menciptakan ritme dinamis bagi orang yang membacanya.

2. Mempersingkat Paragraf

Cara Meningkatkan Readability Score di WordPress

Cara kedua meningkatkan readability score di WordPress adalah mempersingkat paragraf. Seperti halnya mempersingkat paragraf, langkah ini bisa menjadi cara cepat meningkatkan nilai keterbacaan. Paragraf yang baik umunya terdiri tidak lebih dari lima kalimat. Menggunakan paragraf panjang dalam sebuah artikel bisa membuat pembaca merasa bosan.

3. Menggunakan header untuk memecah teks

Salah satu cara terbaik untuk membuat teks mudah dibaca meski didominasi paragraf panjang adalah memecahnya menggunakan header. Cara ini tidak hanya membuat artikel lebih mudah dibaca. Tapi juga lebih meningkatkan aksesbilitas. Praktik ini dapat dengan mudah Anda temui di banyak blog, termasuk di blog Unlimited. Dengan memisahkan paragraf terkait menjadi bagian-bagian yang terdefinisikan secara jelas, akan memudahkan pembaca memahami konten yang Anda sajikan.

4. Hindari penggunaan kata-kata yang kompleks

Bagi banyak penulis konten, kadang tak dapat menghindari penggunaan kata-kata rumit. Terlebih jika menulis untuk niche tertentu. Alangkah baiknya untuk menggunakan kata yang sederhana sesering mungkin. Walaupun Anda kadang tergoda untuk memasukkan kata-kata yang sekilas tampak “rumit”, ini hanya membuat tulisan Anda sulit dipahami. Anda harus ingat tujuan Anda adalah membuat konten adalah berkomunikasi secara efektif. Bukan untuk mengesankan pembaca dengan kosakata.

5. Gunakan kata hubung

Kata hubung adalah kata yang menunjukkan bagaimana satu kata atau kalimat terhubung ke kalimat berikutnya. Beberapa contoh kata hubung antara lain “namun”,karena”, dan masih banyak lagi. Adanya kata hubung membantu menciptakan stuktur logis suatu tulisan. Meniadakan kata hubung akan membuat tulisan sulit dibaca dan dipahami. Karena membuat kurang jelas apakah sesuatunya berhubungan atau tidak.

6. Menulislah dengan singkat

Apapun yang Anda tulis, alangkah baiknya untuk menulis secara singkat tanpa mengurangi makna. Hindarilah mengisi tulisan Anda dengan materi yang tidak perlu dan tidak pada poinnya. Bagian tulisan yang tidak penting hanya akan membuat pembaca terganggu dan meningkatkan bounce rate.

7. Hindari penggunaan kalimat pasif

Kalimat pasif adalah kalimat yang menggunakan kata kerja pasif. Biasanya ditandai dengan penggunaan imbuhan –di. Misalnya, artikel opini ditulis oleh Alex. Sedangkan bantuknya dalam kalimat aktif adalah Alex menulis artikel opini. Mengapa perlu mengurangi penggunaan kalimat pasif? Penggunaan kalimat pasif dapat menurunkan tingkat interaksi antara artikel dengan pembaca. Maka dari itu, banyak ahli SEO yang merekomendasikan untuk menggunakannya seminimal mungkin.

Tools Untuk Melihat Readability Score

Cara Meningkatkan Readability Score di WordPress

Untuk dapat mengetahui readability score tulisan Anda, Anda bisa menggunakan beberapa tools dan plugin yang ada di WordPress. Berikut ini adalah plugin yang bisa Anda gunakan:

1. Yoast SEO

Yoast tak hanya tools untuk menganalisa readability. Jika Anda belum terbiasa, Yoast menempatkan bagian analisa konten di bawah layar editor. Di situ, Anda dapat melihat catatan pada readability score.

2. FD Word Statictic

Yang membedakan FD Word Statistic dengan Yoast adalah toolsnya yang lebih variatif. FD Word menyediakan box dibawah teks editor, sekaliigus menampilkan skor.

Kesimpulan

Tidak hanya untuk menyenangkan pembaca, sebuah tulisan dengan readability score yang bagus juga berpengaruh pada SEO. Karena itu, Anda harus memahami cara meningkatkan readability score di WodPress. Masih memiliki pertanyaan seputar cara meningkatkan readability score di WordPress? Silakan tinggalkan pertanyaan di kolom komentar, ya.

Saat akan membuat website, tentu Anda akan memerlukan beberapa versi desain website. Dan tidak semua versi desain web tersebut bisa Anda gunakan. Jadi sebagai pengguna, Anda harus memilih salah satu. Di sinilah permasalahan akan muncul. Desain website manakah yang ingin Anda pilih? Dan tak perlu khawatir, Anda dapat melakukan A/B testing. Lalu, apa pengertian A/B testing itu sendiri? More »