Sobat Unlimited, bagi Anda yang akrab dengan database website, tentu akrab dengan MongoDB. Database tentu saja tak bisa jauh-jauh dari yang namanya website sebagai tools untuk menyimpan data. Dan salah satu sistem manajemen database yang paling banyak digunakan adalah MongoDB. Apakah Anda mengetahui apa itu MongoDB?

MongoDB adalah sistem manajemen database berbasis open source yang menggunakan model basis data berorientasi dokumen yang mendukung berbagai bentuk data.Ini adalah salah satu dari banyak teknologi basis data non relasional yang marak bermunculan pada pertengahan tahun 2000-an di bawah bendera NoSQL.

Kegunaannya adalah untuk digunakan dalam aplikasi data besar dan pekerjaan pemrosesan lainnya, yang melibatkan data yang tidak cocok dengan model relasional yang kaku. Alih-aling menggunakan tabel dan baris seperti dalam basis daa relasional, arsitektur MongoDB terdiri dari koleksi dan dokumen.

Sejarah MongoDB

Apa Itu MongoDB

Sebelum lebih jauh membahas tentang apa itu MongoDB dan bagaimana cara kerjanya, ada baiknya kita menceritakan terlebih dulu sejarah MongoDB. MongoDB diciptakan oleh Dwight Merriman dan Eliot Horowitz, dua orang yang sangat berpengalaman dalam dunia basis data saat membangu aplikasi web bernama DoubleClick milik Google.

Nama MongoDB diambil dari kata humongous yang berarti gagasan yang mendukung sejumlah besar data. Dan terhitung sejak kali pertama didirikan, MongoDB telah digunakan oleh banyak badan dan perusahaan kelas dunia. Antara lain Craiglist, CERN (organisasi nuklir Eropa), hingga Koran terkenal The New York Times di New York, Amerika Serikat.

Bagaimana cara kerja MongoDB?

Record dalam MongoDB adalah dokumen yang merupakan struktur data yang terdiri dari pasangan dan nilai. Dokumen MongoDB mirip dengan Javascript Object Notation (JSON) yang dapat mengakomodasi lebih banyak tipe data.

Bidang-bidang dalam dokumen mirip dengan kolom dalam database relasional, dan nilai-nilai yang dikandungnya. Dapat berupa berbagai tipe data, termasuk dokumen lain, array, dan dokumen array, menurut pengguna MongoDB.

Dokumen, yang juga harus memasukkan primer key sebagai cara identifikasi unik, adalah kunci dasar data dalam MongoDB. Collections dapat berisi semua jenis data, tetapi batasannya adalah data dalam data yang tidak bisa disebar di berbagai basis data.

Selain itu, MongoDB memiliki tampilan antarmuka Javascript interaktif, yang memungkinkan pengguna untuk menanyakan dan memperbarui data dan melakukan cara operasional. Shell adalah komponen standard dari distribusi open source. Setelah MongoDB terinstall, pengguna menghubungkan Mongo Shell ke instance MongoDB yang sedang berjalan.

keuntungan Menggunakan MongoDB

Apa Itu MongoDB

Seperti Database NoSQL lainnya, MongoDB tidak memerlukan skema yang telah ditentukan dan menyimpan semua bentuk data. Hal ini memberikan pengguna fleksibilitas untuk membuat sejumlah bidang dalam dokumen, membuatnya lebih mudah dan membuat skala database MongoDB dibandingkan dengan database relasional.

Salah satu keuntungan menggunakan dokumen adalah objek dapat dipetakan ke tipe data asli dalam sejumlah basaha pemrograman. Juga, memiliki dokumen yang disematkan mengurangi kebutuhan akan penggabungan basis data yang dapat menekan biaya, sehingga meningkatkan efisensi.

Fungsi utama MongoDB adalah skalabilitas horizontalnya yang menjadikannya basis data yang berguna bagi perusahaan yang menjalankan program big data. Selain itu, adanya sharding memungkinkan database untuk mendistribusikan data melalui seperangkat mesin. MongoDB versi yang paling baru juga mendukung pembuatan zona data berdasarkan shard key.

MongoDB mendukung sejumlah mesin penyimpanan dan menyediakan API-nya, yang memungkinkan pengembang pihak ketiga untuk membuat mesin penyimpanan mereka sendiri untuk MongoDB.

Baca Juga: Remote Database Menggunakan SQLyog

Kerugian Menggunakan MongoDB

Database Management System (DMBS) juga memiliki kemampuan agregasi bawaan, yang memungkinkan pengguna untuk menjalankan kode MapReduce langsung di database, daripada menjalankannya di Hadoop.

MongoDB juga menyertakan sistem file sendiri yang disebut dengan GridFS, mirip dengan HDFS (Hadoop Disstributed File System milik Hadoop, terutama untuk menyimpan file yang lebh besar dari batas ukuran BSON sebesar 16 MB per dokumen.

Kesamaan ini memungkinkan MongoDB untuk digunakan sebagai pengganti Hadoop, walaupun perangkat lunak database akan terintegrasi denga Hadoop, Spark, dan framework pemroses data lainnya.

Walaupun terasa banyak manfaatnya, ada beberapa kelemahan dalam penggunaan MongoDB. Dengan fitur failover otomatisnya, pengguna hanyak menyiapkan satu master node di cluster MongoDB. Jika master mengalami kegagalan, slave node secara otomatis dikonversi ke master baru.

Switch ini memang menjanjikan kontinuitas tetapi tidak bisa instan. Setidaknya membutuhkan waktu hingga satu menit. Sebaga perbandingan dengan database NoSQL lain seperti Cassandra. Cassandra mampu mendukung banyak master node sehingga jika satu master turun, yang lain dapat menjadi backup.

MongoDB single master node juga membatasi seberapa cepat data dapat ditulis ke database. Menulis data harus direkam pada master dan kapasitas master node akan membatasi penulisan informasi baru ke dalam database.

Masalah lain yang berpotensi muncul dari penggunaan MongoDB adalah, aplikasi ini tidak memberikan integritas referensial penuh, yang dapat mempengaruhi konsistensi data. Selain itu, MongoDB juga tidak mengaktifkan otentifikasi pengguna secara default. Akibatnya, banyak peretas yang telah menargetkan sejumlah besar sistem MongoDB.

Platform MongoDB

Apa Itu MongoDB

MongoDB tersedia dalam dua jenis platform. Yaitu versi komunitas dan versi komersial lewat bendera MongoDB Inc. MongoDB Community Edition adalah rilisan open source, sedangkan MongoDB Enterprise Server hadir dengan menu tambahan. Antara lain fitur keamanan tambahan, mesin penyimpanan dalam memori, fitur administrasi dan otentifikas. Juga kemampuan pemantauan melalui Ops Manager.

MongoDB memiliki graphic user interface yang dinamai MongoDB Compass. Antarmuka ini memberikan acuan bagaimana berkerja dengan struktur dokumen, membuat kueri, mengindeks data, dan banyak lagi lainnya. Mengikuti jejak penyedia database NoSQL lainnya, pada tahun 2016 MongoDB Inc meluncurkan layanan berbasis awan bermana MongoDB Atlas.

Atlas kompatibel dengan AWS dari Amazon, Microsift Azure, dan platform Google Cloud. Dan baru-baru ini, MongoDB merilis platform bernama Stitch, sebagai pengembangan dari MongoDB Atlas.

Penggunaan MongoDB

MongoDB sangat cocok untuk:

  • Katalog produk e-commerce.
  • Manajemen konten blog.
  • Analisis data secara real time dengan kecepatan caching dan logging.
  • Manajemen konfigurasi.
  • Mengawasi data geospasial.
  • Situs social media dan mobile.
  • Pengembangan data.

Sedangkan di sisi lain, MongoDB kurang cocok untuk:

  • Sistem dengan intensitas transaksi yang tinggi.
  • Sistem yang ketat.

Kesimpulan

Sobat Unlimited, demikian tadi adalah artikel tentang apa itu MongoDB. Sebuah aplikasi database yang banyak digunakan di seluruh dunia. Peran database sangat penting bagi sebuh website, sebagai salah satu kunci untuk berkembang. Ingin mengembangkan websitemu? Beli domain dan hosting unlimited hanya di Unlimited.ID

Bagi Anda yang bergerak di bidang back end developer tentu tidak asing dengan yang Namanya MySQL dan MySQLi. Tetapi bagi orang awam, perbedaan MySQL dan MySQLi ini bisa menjadi sesuatu yang membingungkan. Karena memang keduanya sangat jauh berbeda meskipun sama-sama sebagai sistem manajemen basis data relasional.

Dari sisi pengguna, keduanya juga sangat jauh berbeda jika dibandingkan. MySQL mempunyai jumlah pengguna yang sangat banyak daripada MySQLi. Dan karena jumlah penggunanya yang sangat besar, alhasil MySQL memiliki dukungan komunitas yang besar. Tak heran, diskusi seputar penggunaan MySQL lebih mudah ditemui di forum-forum dan sejumlah situs website. Beberapa platform populer seperti Facebook, Twitter, dan Youtube tercatat menggunakan MySQL.

Pengertian MySQL

Perbedaan MySQL dan MySQLi

Sebelum lebih jauh membahas tentang perbedaan MySQL dan MySQLi, mari untuk memahami pengertian MySQL terlebih dahulu. MySQL adalah sistem manajeman basis data yang masing-masing fungsinya menggunakan perintah dasar SQL atau Structured Query Language. SQL sendiri berfungsi sebagai bahasa penghubung antara aplikasi dengan server basis data.

Dan karena sifatnya open source, sebagai pengguna Anda bebas untuk merubah segala pengaturan yang ada di dalamnya. MySQL sangat cocok dikombinasikan dengan Linux, Perl/Python, PHP, dan juga Apache. Bahasa pemrograman yang yang banyak digunakan untuk MySQL antara lain C dan C++.

Pengertian MySQLi

Bisa dikatakan, MySQLi adalah versi pengembangan dari MySQL. Dan karena itu, seiring berjalannya waktu, keamanan serta fitur debugging untuk mengatasi berbagai masalah juga semakin ditingkatkan. Agar lebih optimal, MySQLi sangat disarankan untuk menggunakan PHP versi terbaru. Dengan demikian, Anda bisa mengembalikan jumlah baris yang mulanya terpengaruh saat mengoperasikan MySQL sebelumnya.

Berikut ini adalah fungsi MySQLi:

  • Merubah koneksi pada database seuai keinginan.
  • Mengembalikan pengaturan karakter.
  • Melakukan transaksi saat ini dengan bantuan API.
  • Membuat koneksi khusus ke server MySQL.
  • Melakukan debugging
  • Mengembalikan OD utas untuk koneksi saat ini.
  • Transfer hasil yang sudah ditetapkan dari query terakhir.
  • Membuat koneksi yang aman menggunakan SSL.
  • Menjalankan query SQL.

Perbedaan MySQL dan MySQLi

Walaupun sama-sama termasuk dalam relational database management systems, tetap ada perbedaan antara MySQL dan MySQLi. Berikut ini adalah perbedaannya.

Database Management System

Perbedaan MySQL dan MySQLi

Perbedaan pertama adalah tentang DMBS atau database management system. MySQL adalah full database management system relasional.

Sedangkan MySQLi, disis lain adalah versi pembaruan dari MySQL, terutama di sisi interface. MySQLi sendiri menggunakan database dari MySQL sebagai struktur databasenya.

Paradigma Pemrograman

Perbedaan kedua adalah paradigma pemrograman. MySQL menerapkan pemrograman dengan pendekatan procedural untuk meng-kueri database. Objek yang dihasilkan dari query tersebut dianggap sebagai langkah dalam prosedur.

Beda halnya dengan MySQLi, ia menggunakan dua pendekatan. Untuk pengguna yang melakukan migrasi dari MySQL interface, bisa menggunaan pendekatan procedural. Meskipun Anda juga bebas untuk memilih pendekatan lain, yaitu object-oriented.

Pendekatan object oriented berfokus pada hasil dari objek yang dihasilkan. Setiap langkahnya berkutat seputar MySQLi connection object. Fungsinya adalah untuk mengelompokkan object sesuai dengan tujuan penggunaannya. Tidak ada perbedaan performa yang signifikan antara dua hal tersebut. Anda bebas untuk menggunakan mana yang sesuai dengan kenyamanan Anda.

Tampilan Antarmuka

MySQL mempunyai command line interface, yang mana memiliki kemiripan dengan konsol DOS. Instruksi SQL diberikan sebagai perintah dan hasilnya ditampilkan pada tabular format pada konsol itu sendiri.

Sedangkan MySQLi mempunyai tampilan antarmuka grafis berbasis pada database MySQL. Anda bisa membuat perintah dengan mengklik tombol dan hasilnya akan tampil di panel yang terpisah. Ada juga antarmuka terprogram dimana Anda dapat mengkode perintah yang meninkatkan API.

Bahasa Pemrograman

Untuk bahasa pemrograman sendiri, MySQL menggunakan C dan C++ untuk melakukan pengkodean. Sedangkan MySQLi dalam penulisan kodenya menggunakan PHP. Utamanya hanya menggunakan bahasa pemrograman PHP saja, bukan yang lain.

Kemampuan Menangkal SQL Injection

Bisa dikatakan, MySQL sangat rentan terhadap serangan SQL Injection. Adalah hal yang lumrah bahwa MySQL telah berkali-kali mendapat serangan SQL injection. Para peretas akan menyuntikkan kueri jahat pada user input, yang mana akan dieksekusi di server. Ini sangat berhubungan dengan keamanan data Anda.

Sedangkan pada MySQLi mempunyai mekanisme pencegahan dari serangan injeksi SQL. Ketika kueri SQL dikirim via user input, MySQLi akan mengembalikannya dan tidak akan mengekseskusi kueri tersebut.

Transaction Support

MySQL, yang bekerja dengan InnoDB secara penuh mendukung transaksi ACID. Transaksi ACID adalah Atomicity, Consistency, Isolation, and Durability. Hal ini penting untuk memastikan transaksi terjadi secara akurat, selesai tepat waktu, dan keamanan data yang terjamin.

Sedangkan di sisi lain MySQLi  menyediakan dukungan API dibawah transaksi MySQL. Ini artinya bahwa transaksi yang terjadi pada MySQLi dapat dikontrol penuh menggunakan API. API tersebut dapat menghidupkan dan mematikan auto commit mode, committing transaction atau rolling back transaction.

Multiple Statement Support

MySQL mengizinkan penggunanya untuk mengirim banyak statement kepada server dalam sekali waktu eksekusi. Ini akan menghemat waktu perjalanan dari client ke server. Dan semua yang dihasilkan kembali dari server harus digunakan oleh client.

Pun demikian dengan MySQLi. Ia juga mendukung multiple statement. Hanya saja untuk itu, MySQLi harus menggunaan multy query.

Perbedaan Kunci MySQL dan MySQLi

Perbedaan MySQL dan MySQLi

Diatas memang telah dijelaskan perbedaan MySQL dan MySQLi. Tetapi belum menyentuh yang menjadi pembeda utamanya. Berikut adalah perbedaan signifikan keduanya.

  • Pada dasarnya, MySQLi bukanlah database. Ini adalah peningkatan interface untuk mengakses fungsi yang disediakan oleh database MySQL. Peningkatan ini bertujuan untuk memudahkan tugas kueri bagi pengembang.
  • Hal lain yang membedakan MySQLi dengan MySQL adalah dukungan berorientasi objek ke database MySQL yang mendasarinya. Ini akan membantu programmer membuat objek koneksi dan melakukan tugas melalui metode dk kelas koneksi objek. Dan pada saat yang sama, untuk aplikasi dimana kueri ke database CRUD operations, MySQL bekerja sebaik MySQLi.
  • Pada sektor keamanan, MySQLi mempunyai mekanisme pencegahan dari serangan injeksi SQL. API memberikan keunggulan MySQLi atas MySQL. Developer akan lebih mudah menggunakan API. Untuk menambah kemampuan ini, kompatibilitas Bahasa pemrograman yang hebat dan dukungan komunitas akan membuat programmer menggunakan MySQLi alih-alih MySQL.

Kesimpulan

MySQLi adalah versi perbaikan dari MySQL. Tetapi tergantung Anda ingin menggunakan yang mana. PHP memiliki dukungan yang besar untuk MySQL. Jika aplikasi Anda adalah bagian dari LAMP (Linux, Apache, MySQL, Perl/Python/PHP), alangkah lebih baik menggunaan MySQL. Karena MySQL mempunyai dukungan komunitas yang besar.

Sobat Unlimited, demikian perbedaan MySQL dan MySQLi. Jika Anda ingin membuat website Anda sendiri, jangan ragu mengembagkannya bersama Unlimited.ID.