WordPress. Siapa yang tak kenal dengan content management system besutan Auttomatic ini? WordPress adalah CMS yang sangat powerful. Terkadang sedikit perubahan dapat membuat website Anda tak dapat diakses. Namun, menemukan solusi untuk masalah yang terjadi di WordPress adalah sebuah hal yang mudah. Beberapa kesalahan umum yang dihadapi pengguna WordPress antara lain seperti kesalahan internal server, atau kesalahan dalam membangun koneksi database. Masalah umum lain yang terjadi juga seperti pesan Error 404. Tentu Anda ingin tahu cara mengatasi error 404, bukan?

Dan dari sekian banyak potensi kesalahan yang paling menjengkelkan adalah Error 404 Not Found. Error 404 ini seakan menjadi indikator bagi pengguna bahwa ada suatu yang berubah atau pindah dan 301 redirect.

Sobat Unlimited, artikel ini akan membahas secara mendalam apa itu Error 404 Not Found di WordPress dan bagaimana cara mengatasi Error 404 Not Found.

Apa Itu Error 404 Not Found?

Cara Mengatasi Error 404

Saat Anda mengunjungi sebuah situs website, browser Anda mengirimkan permintaan ke server web dan menerima kembali data termasuk sesuatu yang disebut dengan Header HTTP. Header HTTP menyertakan status HTTP untuk menjelaskan apa yang terjadi dengan permintaan tersebut.

Kemudian jika terjadi kesalahan, browser web Anda biasanya akan menampilakn pesan dengan kode status HTTP untuk menunjukkan masalah yang sebenarnya. Sama seperti pesan error lainnya, pesan error 404 Not Found adalah hasil dari proses tersebut.

Ini berarti bahwa klien dapat berhasil terhubung ke host (server situs web Anda) tetapi tidak dapat menemukan sumber daya actual yang diminta, misalnya URL atau nama file tertentu. Contohnya seperti ini, saat ada seseorang mencoba mengakses website Anda tetapi tidak mendapati konten apapun. Kemudian pengungjung menerima pesan error 404, karena meski website bisa diakses, tetapi sumber daya yang diminta tak tersedia.

Tak hanya postingan atau halaman, asset apapun yang hilang dapat menghasilkan error 404 not found di server, seperti file gambar, javascript, kode CSS, dan lain sebagainya.

Penyebab Errror 404 Not Found di WordPress

Lantas, apa penyebab munculnya pesan error 404 not found? Umumnya, kesalahan ini disebabkan karena adanya masalah dengan permalink website WordPress Anda. Dan jika kesalahan tersebut muncul di setiap konten, besar kemungkinan terjadi karena perubahan yang pernah Anda lakukan sebelumnya.

Variasi Errror 404 Not Found

Cara Mengatasi Error 404

Karena perbedaan tampilan saat menampilkan pesan kesalahan di browser, ada beberapa tampilan pesan eror yang berbeda, tergantung pada browser yang Anda gunakan. Berikut ini adalah variasi pesan error tersebut:

  • Error 404
  • 404 Not Found
  • HTTP Error Not Found
  • Not Found
  • Page Not Found
  • The requested URL was not found on this server
  • The page cannot be found
  • We can’t find the page you’re looking for
  • The requested URL/- was not found on this server.

Tak jarang juga, banyak website yang menampilkan pesan error 404 not found dengan cara yang unik dengan membuat halaman khusus untuk mengatasi kesalahan, alih-alih menunjukkan pesan kesalahan tersebut. Beberap tema WordPress juga menyertakan halaman 404 secara default.

Pengaruh Error 404 Not Found Terhadap SEO

Sebetulnya, error 404 not found tidak memiliki dampak yang signifikan pada SEO. Tetapi, mungkin memiliki dampak negative tergantung pada alasan mengapa kesalahan itu terjadi. Selain itu, jika terjadi masalah permalink yang menyebabkan kesalahan 404 di seluruh dunia, Google tidak akan merayapi konten dari website Anda. Dengan kata lain, Anda harus segera memperbaiki kesalahan ini sesegara mungkin.

Pengaruh Error 404 Not Found Pada Performa Website

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa website yang mengalami 404 not found dapat mempengaruhi performa website. Hal ini karena respon ini tidak bisa di-cache.Secara tidak langsung, hal ini bisa menjadi masalah besar jika Anda tidak segera menanganinya.

Sebagai user, Anda dapat memeriksa error 404 not found menggunakan Google Search Console atau menginstal plugin pihak ketiga seperti redirect. Namun harus Anda ingat bahwa penggunaan plugin seperti ini akan memberikan dampak bagi kinerja website. Jauh lebih baik untuk menggunakan tools yang telah tersedia di server.

Cara Mengatasi Error 404 Not Found di WordPress

Cara Mengatasi Error 404

Di bawah ini adalah beberapa metode cara mengatasi error 404 not found di WordPress. Metode perbaikannya sendiri tergantung pada apakah kesalahan tersebut terjadi di seluruh bagian website atau hanya pada konten tertentu.

Update Permalink Website WordPress

Jika Anda mendapati pesan error 404 di seluruh bagian website saat akan mengakes sebuah konten, kemungkinan terbesar disebabkan oleh masalah permalink Anda. Jika Anda adalah pengguna Apache, masalah ini terjadi pada file .htaccess.

Cara termudah untuk memperbaikinya adalah dengan memperbarui pengaturan permalink Anda lewat dasbor WordPress. Caranya adalah, silakan login ke dasbor WordPress Anda, kemudian masuk ke Settings, à Permalink dan klik Save Changes. Anda tidak perlu melakukan perubahan lainnya. Cukup klik Save Changes.

Setting 301 Redirects Untuk Memindahkan Renamed Content

Saat Anda mengalami error 404 pada konten tertentu, kemungkinan ada dua masalah. Pertama mengubah slug URL konten, atau yang kedua memindahkan konten secara manual dan menempelkannya pada postingan baru.

Cara terbaik untuk memperbaikinya adalah dengan mengarahkan secara otomatis siapa saja yang mencoba lokasi lama ke lokasi yang baru. Dengan begitu, pengunjung akan bisa mengakses konten yang mereka tuju tanpa harus mengalami error 404 not found. Hal ini tentu bagus untuk SEO. Jika Anda memindahkan postingan atau mengganti nama pos tanpa membuat redirect, bisa saja Anda kehilangan domain authority yang dilampirkan ke backlink yang diarahkan pada postingan tersebut.

WordPress secara default akan berusaha mengarahkan ulang konten yang diubah atau dipindahkan. Namun hal ini tak selamanya berhasil dan Anda tidak bisa mengandalkannya setiap saat. Ada cara mudah untuk mengatur pengalihan ini di WorPress.

Anda bisa menggunakan plugin Redirections untuk mengelola redirect dari halaman dasbor website WordPress Anda. Setelah berhasil menginstal dan mengaktifkan plugin tersebut, silakan bua Tools à Redirection dan masukkan URL 404 di kotak source URL box and new locations di kotak URL target.

Kesimpulan

Sobat Unlimited,demikianlah tadi artikel cara mengatasi error 404. Sebuah kesalahan yang lazim pada website, namun sekali terjadi akan sangat menyebalkan. Tak hanya bagi pemilik website, tetapi juga bagi pengunjung.

Jika Anda masih mempunyai pertanyaan seputar cara mengatasi error 404, atau seputar layanan hosting terbaik Unlimited lainnya, jangan ragu untuk menghubungi tim support kami yang siap melayani Anda setiap harinya.

 

07. June 2020 · Comments Off on Apa itu Softaculous? Mengapa Banyak CMS Menggunakannya? · Categories: Tips · Tags: , , , ,

Softaculous adalah alat auto installer yang ada di hosting dan berfungsi untuk mempermudah pengguna saat melakukan instalasi content management system, juga beragam aplikasi website yang bersifat open source, atau sumber terbuka. Dengan softaculous, aplikasi akan secara otomatis terinstal dan sebagai pengguna tak perlu melakukan instalasi secara manual. Softaculous menjadi hal yang akrab bagi mereka yang berkecimpung di dunia website. Umumnya, saat sudah berlangganan hosting dan ingin menginstal sebuah aplikasi, banyak yang menyarankan untuk menggunakan Softaculous. Misalnya, menginstal WordPress menggunakan Softaculous, instal Prestashop dengan Softaculous, dan lain sebagainya. Jadi, apa itu Softaculous? Bagamaina cara kerjanya, dan apa manfaatnya menggunakan Softaculous?

Sobat Unlimited, simak artikel ini sampai habis agar Anda tahu, apa itu Softaculous.

Apa Itu Softaculous?

apa itu softaculous

Softaculous adalah auto installer yang berada di dalam panel hosting. Dikutip dari situs resmi Softaculous adalah auto installer terbaik dengan adanya 4444 lebih script, 1115 class PHP, dan masih banyak lagi yang lainnya. Softaculous sangat ideal bagi penyedia layanan web hosting karena sifatnya yang mempermudah pengguna. Pengguna bisa melakukan instalasi hanya dengan sekali klik saja.

Tentu tak hanya itu saja kemampuan Softaculous. Selain mempermudah proses instalasi software, tools ini bisa mengatur data login admin, mengatur konfigurasi web server, hingga melakukan proses backup. Dengan softaculuous, Anda juga bisa melihat fitur, tampilan aplikasi, rating, serta review dari pengguna.

Keunggulan Softaculous

Softaculuous memiliki berbagai keunggulan yang tidak dimiliki oleh auto installer lainnya. Berikut ini adalah berbagai keunggulan yang dimiliki oleh Softaculuous:

  • Multi Bahasa

Keunggunlan pertama Softaculuous adalah kemampuannya untuk mendukung banyak Bahasa di dunia. Karena diakses oleh banyak orang diseluruh dunia, Softaculuous ingin memudahkan penggunannya yang tidak menggunakan Bahasa Inggris sebagai Bahasa utama. Anda bisa menggunakan Bahasa sendiri untuk mencari, menginstal aplikasi web, dan banyak lagi lainnya.

  • Integrasi Control Panel Hosting

apa itu softaculous

Sebagai auto installer dengan kemampuan yang lengkap, Softaculuous dapat digunakan pada berbagai macam control panel hosting. Antara lain cPanel, Plesk, H-Sphere, ISPmanager, DirectAdmin, Centos, ISPCOnfig, dan Hosting Controller.

  • Otomatisasi WHMCS

Softaculuous memungkinkan instalasi script secara otomatis selama pembuatan akun pengguna menggunakan WHMCS. Proses ini menggunakan API Softaculous, yang secara otomatis terpasang di domain pengguna. WHMCS juga menyediakan system penagihan internal yang memungkinkan Anda untuk menagih pelanggan Anda dalam berbagai mata uang. Otomatisasi WHMCS ini menyatukan semua layanan yang Anda gunakan menjadi single user interface yang mudah digunakan.

  • Backup dan Auto Upgrade

Menggunakan Softaculuous, sebagai pengguna, Anda dapat dengan mudah melakukan backup website dan auto upgrade hanya dengan sekali klik.

  • Membangun Website Mudah dan Cepat

Anda tidak memiliki pemahaman memadai tentang Bahasa Pemrograman? Softaculuous adalah solusinya. Tak perlu melakukan instalasi manual seperti unduh file zip, membuat database, lalu upload file ke website. Dengan Softaculous, semua proses tersebut akan berjalan secara otomatis. Anda juga bisa membuat website toko online menggunakan beberapa platform seperti Prestashop atau Open Cart.

  • Fitur Search

Pencarian Softaculous memberikan hasil terbaik berdasarkan input pengguna. sekam yang diterapkan pada hasil pencarian memudahkan pengguna untuk membedakan antara hasil yang membuat hasil yang menonjol pada setiap individu.

  • Selalu Update

Softaculous secara berkala memberikan update untuk membuat alur kerja antara pengguna dan web hosting lebih efisien dan mudah. Pembaruan ini memberikan patch baru, perbaikan bug, dan pembaruan keamanan. Update Softaculous memiliki fleksibilitas untuk diperbarui secara otomatis melalui CRON. Atau jika ingin mengupdate secara manual, Anda bisa melakukannya melalui Admin Softaculous.

  • Memililiki Baragam Aplikasi

apa itu softaculous

Ada banyak aplikasi yang bisa Anda gunakan. Jika Anda ingin membuat blog, Anda bisa menggunakan WordPress, Open Blog, Serendipity, dan sebagainya. Jika Anda ingin membuat portal website, tersedia Joomla, Drupal, Mambo, dan banyak lainnya yang bisa Anda instal. Dan bagi Anda yang senang bereksplorasi menggunakan framework, ada Laravel, CodeIgniter, Bootstrap, dan lainnya yang bisa Anda pilih. Lengkap.

  • Support HTTPS

Kabar baik bagi Anda yang menginginkan website yang aman. Bahwa dengan Softaculuous Anda bisa melakukan instalasi CMS langsung di domain yang memiliki protocol HTTPS. HTTPS ini sangat penting agar proses transfer data Anda lebih aman. Untuk bisa menggunakan HTTPS, terlebih dahulu Anda harus memasang SSL. Anda bisa berlangganan SSL murah hanya di Unlimited.

  • Memiliki Fitur Rating, Reviews, dan Demo

Salah satu keunggulan menggunakan Softaculous adalah, installer yang satu ini memiliki fiur rating, review dan demo. Fitur ini tentu akan sangat memudahkan Anda saat akan membuat keputusan tentang aplikasi apa yang akan Anda instal di website Anda. Rating akan memberi tahu Anda mana aplikasi yang memiliki nilai paling tinggi di setiap kategorinya. Review akan membuat Anda mengetahi pengalaman pengguna yang pernah menggunakan sebuah aplikasi. Dan dengan demo, Anda bisa mencoba sebuah aplikasi sebelum Anda benar-benar akan menggunakannya.

  • Digunakan oleh Ribuan Web Hosting di Seluruh Dunia

Karena berbagai kemudahan yang ditawarkannya, SOftaculuous banyak direkomendasikan oleh berbagai penyedia hosting yang ada di dunia. Tentu Anda pernah, ketika membuat website, penyedia hosting akan merekomedasikan Softaculous untuk melakukan instalasi CMS atau aplikasi yang berkaitan dengan website.

Cara Menggunakan Softaculous

Setelah mengetahui apa itu softaculuous dengan berbagai keunggulan yang ada di dalamnya, lantas, bagaimana cara menggunakan Softaculous? Berikut caranya:

  1. Untuk bisa menggunakan Softaculous, pastikan Anda harus memiliki hosting terlebih dahulu. Jika belum memiliki hosting, Anda bisa membeli paket hosting murah di Unlimited. Terdapat berbagai macam jenis hosting yang bisa Anda pilih.
  2. Buka Softaculous App Installer setelah memiliki hosting. Anda akan mendapatkan akun cPanel. Silakan login cPanel Hosting, lalu tuliskan Softaculous pada kotak pencarian.
  3. Setelah itu, Anda akan diarahkan ke dasbor Softaculous Apps Installer. Untuk memudahkan, Anda bisa menggunakan kolom pencarian di Softaculous, lalu cari aplikasi yang Anda inginkan.
  4. Tunggu sebentar hingga muncul aplikasi yang tadi telah dipilih. Anda bisa langsung klik Install Now untuk melakukan instalasi aplikasi.
  5. Kemudian Anda bisa mengisi kolom sesuai yang ada di aplikasi tersebut. Jika semua yang Anda isi benar, maka instalasi akan berhasil.

Sobat Unlimited, demikianlah artikel pengertian apa itu Softaculous. Semoga artikel ini dapat membantu Anda lebih memahami Softaculous. Layanan hosting Unlimited telah menggunakan Unlimited, akan membantu meningkatkan kinerja website Anda. Semoga artikel ini bermanfaat.

 

06. June 2020 · Comments Off on Apa Itu Apache? Kelebihan dan Kekurangan Apache · Categories: Tips · Tags: , , , , ,

Bagi Anda yang masih pemula, tentu tak sedikit yang masih awam dengan apache. Apa itu Apache? Apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan dari penggunaan Apache? Apache adalah sebuah software web server yang bersifat open source alias gratis. Bisa dikatakan, Apache adalah salah satu aplikasi web server yang sangat popular di dunia. Web server ini setidaknya telah digunakan oleh 46% website di seluruh dunia. Sangat populer, bukan?

Apache mempunyai nama resmi Apache HTTP server. Perangkat lunak web server ini dikembangkan dan dikelola oleh perusahaan teknologi yang bernama Apache Software Foundation. Perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat.

Apache memberikan kepada para pemilik website untuk membuat konten di website, dan karena itulah software ini diikuti dengan kata-kata web server. Software Apache sendiri adalah salah satu software web server yang tertua dan telah dikenal keandalannya. Dan tahukah Anda, versi pertama Apache sendiri telah dirilis lebih dari 20 tahun yang lalu. Tepatnya pada tahun 2015.

Saat pengunjung akan mengakses suatu website, ia harus memasukkan nama domain ke kolom alamat browser. Setelah itu, web server akan mengirimkan file yang diminta. Pada sesi ini, server inilah yang akan berperan sebagai virtual sender.

Apa Itu Web Server?

Itu Apache

File server, database server, mail server, dan web server menggunakan software yang berbeda-beda. Masing-masing aplikasi tersebut dapat mengakses file yang tersimpan di server fisik dan menggunakannya untuk tujuan yang berbeda-beda.

Lalu, apa sebenarnya fungsi dari web server itu sendiri? Webs server sendiri berfungsi untuk mengelola website yang telah online. Agar semuanya berjalan aman dan lancar, web server berfungsi sebagai perantara antara mesin server dan klien. Web server akan memanggil konten dari sever pada setiap permintaan pengguna dan mengirimkannya ke web.

Untuk mengelola web server sendiri cukup banyak menghadapi tantangan. Tantangan terbesar dari webs server adalah, yaitu mengelola user web yang banyak dan berbeda-beda di waktu yang bersamaan, pengguna juga meminta halaman yang berbeda-beda. Pemrosesan file yang tertulis dalam bahasa pemrograman, seperti PHP, Python, Java, dan lainnya dilakukan di web server.

File-file tersebut akan diubah menjadi HTML yang statis dan mengelolanya di web browser milik user oleh web server. Saat Anda mendengar kata-kata web server, anggap saja software ini adalah tool yang bertanggung jawab atas kelangsungan komunikasi antara server dengan klien.

Bagaimanan Cara Kerja Web Server Apache?

Itu Apache

Walaupun banyak disebut sebagai web server, Apache tidak hadir dalam bentuk sebuah server fisik, melainkan perangkat lunak yang menjalankan suatu server. Fungsinya adalah untuk membuat koneksi antara server dan browser milik pengunjung website. Browser apa saja. Seperti Chrome, Firefox, Safari, dan lain sebagainya saat mengirimkan file bolak-balik antara klien dengan server.

Apache sendiri merupakan sebuah software lintas platform dan karena inilah server ini bisa berjalan dengan baik di server Unix ataupun server Windows. Pada saat pengunjung loading halaman tertentu di website, misalnya di beranda atau about us, browser akan mengirimkan permintaan ke server Anda dan Apache akan mengirimkan kembali jawabannya dengan memuat semua file yang diminta. Entah itu teks, gambar, dan lain-lain. Server dengan klien berinteraksi melalui protokol HTTP. Sedangkan Apaceh bertanggung jawab terhadap kelancaran serta keamanan komunikasi antara server dengan klien.

Apache Menawarkan Kemudahaan Pengelolaan

Apache dikenal mudah dikelola. Hal ini karena software besutan Apache Software Foundation ini mempunyai sturktur berbasis modul. Modul tersebut memungkinkan administrator server untuk mengaktifkan dan menonaktifkan fitur tambahan. Tak hanya itu, Apaceh juga mempunyai modul keamanan untuk caching, URL rewriting, otentifikasi password, dan masih banyak lagi yang bisa dilakukannya.

Sebagai pengguna, Anda juga bisa melakukan setup konfigurasi server sendiri melalui sebuah file bernama .htaccess, yang merupakan salah satu konfigurasi Apache yang didukung oleh semua paket hosting Unlimited.

Apache vs Web Server Lain

Itu Apache

Diluar sana, masih banyak web server lain selain Apache. Masing-masing web server tersebut dibuat untuk tujuan yang berbeda-beda. Meski menjadi salah satu yang paling popular, tentu Apache juga mempunya pesaing yang tak kalah bagus. Berikut ini adalah deretan web server pesaing Apache:

Apache vs Nginx

Nginx, cara membacanya Engine-X, adalah salah satu web server yang paling baru dan pertama kali rilis pada tahun 2004. Sampai hari ini, Nginx menjadi salah satu web server yagn paling banyak digunakan oleh user. Web server ini dibuat untuk mengatasi c10k problem, yang berarti web server menggunakan thread untuk menangani permintaan user yang tidak dapat mengelola lebih dari 10.000 koneksi pada saat bersamaan.

Arsitektur yang dimiliki Nginx sendiri bertipe event driven yang tak membuat sebuah proses baru bagi masing-masing permintaan atau request. Sebaliknya Nginx mengatur setiap permintaan yang masuk dalam proses single thread. Proses master ini menangani beberapa proses worker yang memproses permintaan sebenarnya.

Model berbasis event dair Nginx mendistribusikan permintaan user diantara proses worker dengan cara yang efisien sehingga menawarkan skalabilitas yang jauh lebih baik.

Kelebihan yang dimiliki Nginx adalah kemampuannya bekerja dengan resource yang minimal meskipun mempunyai traffic yang tinggi. Umumnya website besar lah yang menggunakan Nginx. Sedangnkan pengguna Apache adalah website berskala kecil hingga sedang karena kelebihan yang ditawarkannnya. Antara lain kemudahan konfigurasi, banyaknya modul, dan platform yang mudah dipahami oleh pengguna pemula.

Tomcat

Web server lain yang menjadi pesaing Apache adalah Tomcat, sebuah web server yang juga dikembangkan oleh Apache Software Foundation. Tak heran, ia memiliki nama resmi Apache Tomcat. Walaupun juga dikenal sebagai HTTP server, Tomcat mendukung aplikasi Java alih-alih website statis. Tomcat mampu menjalankan beberapa spesifikasi aplikasi Java yang berbeda-beda. Seperti Java Servlet, JavaServer Pages (JSP), Java El, hingga web socket.

Tomcat dibuat secara khusus untuk aplikasi berbasis Java, sedangkan Apache untuk HTTP server. Anda dapat menggunakan Apache bersamaan dengan bahasa pemrograman lain seperti PHP, Python, Perl, dan lain-lain dengan bantuan modul Apache. Dan dibandingkan dengan web server lainnya, Tomcat cenderung sulit untuk dikonfigurasi. Misalnya untuk mengelola website WorPress, yang terbaik tetap HTTP server seperti Apache atau Nginx.

Kelebihan Apache

  • Open source
  • Software yang andal dan stabil.
  • Patch keamanan yang selau diperbarui.
  • Fleksible karena struktur berbasi modul.
  • Kemudahan konfigurasi.
  • Multi platform.
  • Dukungan komunitas yang besar.

Kekurangan Apache

  • Terjadi gangguan performa jika sebuah website menerima traffic dengan jumlah sangat tinggi.
  • Kerentanan keamanan karena banyaknya opsi konfigurasi.

Kesimpulan

Sobat Unlimited, demikianlah apa itu apache. Dengan artikel ini, diharapkan Anda memiliki pemahaman yang lebih baik lagi tentang pengertian apa itu Apache. Jika Anda berminat membuat website, jangan ragu menggunakan layanan hosting terbaik dari Unlimited.

05. June 2020 · Comments Off on Drupal vs WordPress: Manakah CMS Yang Paling Populer? · Categories: Tips · Tags: , , , ,

Drupal vs WordPress. Saat akan membuat sebuah website, pemilihan content management system menjadi momen yang sangat krusial. Terlebih jika Anda adalah orang yang masih pemula dalam dunia IT, khususnya website building. Kalau ini adalah website pertama Anda, pilihlah CMS yang akan memudahkan Anda bekerja dalam mengola sebuah situs.

WordPress adalah sebuah CMS yang terhitung mudah dipelajari, bahkan oleh pengguna pemula sekalipun. CMS besutan Automattic ini memiliki dukungan komunitas yang sangat besar. Sehingga akan banyak dijumpai tutorial, artikel, serta bantuan. Di sisi yang lain, meski terhitung mudah digunakan, Drupal akan lebih maksimal saat digunakan jika Anda memiliki kemampuan dasar Bahasa pemrograman.

Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, manakah CMS yang terbaik untuk digunakan? Sobat Unlimited, artikel ini akan membahas secara mendalam Drupal vs WordPress, mana yang mudah digunakan, bagaimana cara manajemen kontennya, hingga siapakah yang lebih cepat diantara keduanya.

Memilih antara Drupal vs WordPress akan menjadi sebuah keputusan penting. Diharapkan, setelah membaca artikel ini, Anda akan tahu tentang yang Anda butuhkan.

Mana yang lebih mudah digunakan, Drupal atau WordPress?

Drupal VS WordPress

Drupal

Jika Anda masih pemula dalam dunia hosting, maka salah satu CMS yang paling mudah untuk diinstal adalah Drupal. Pada backend hosting, Anda akan diberi opsi untuk menginstal sejumlah CMS yang berbeda, dan salah satunya adalah Drupal.

Drupal memiliki paket instalasi yang disebut dengan Distribution. Anda dapat memilih salah satu diantaranya, alih-alih instalasi Drupal yang kosong. Tentu Anda harus tahu terlebih dahulu, website seperti apa yang ingin dibuat. Setelah Drupal berhasi terinstal, Anda dapat melihat berbagai opsi kustomisasi yang akan membantu Anda membuat dan mengembangkan website.

Pada tahap ini, Drupal menjadi sedikit lebih teknikal. Selain kustomisasi dasar, sebagian fungsi dan fiutr mengharuskan Anda untuk memahami beberapa Bahasa pemrograman, seperti PHP dan HTML. Jika tak paham Bahasa pemrograman, tentu Anda harus menggunakan jasa web developer.

WordPress

Salah satu alasan yang menjadikan WordPress sangat popular adalah karena mudah digunakan dan simple dalam pengaturannya. Anda dapat menginstal WordPress di hosting dalam hitungan menit. Sebagian besar pengembang website menawarkan one click install, yang akan memandu Anda dengan mudah saat memasang WordPress. Kemudian, setelah WordPress terinstal dan mulai aktif, Anda akan langsung disambut dasbor yang intuitif.

Ini adalah tempat dimana Anda akan memasang tema, plugin, membuat konten, dan mengupdate website Anda. Untuk melakukan kustomisasi tema, Anda bisa masuk ke laman “Appearance”.Lalu, jika Anda ingin lebih mudah dalam membangun webstite, Anda dapat memasang website builder seperti Beaver Bulder dan Elementor.

Menambahkan post dan halaman semudah menulis langsung di editor, drag and drop gambar, lalu menerbitkannya.

Kesimpulan

Jika Anda ingin membuat dan membangun website dengan cara yan mudah, Anda bisa menggunakan WordPress. Dasbornya yang intuitif akan sangat memudahkan untuk menginstal tema, plugin, dan membuat konten.

Dengan Drupal, Anda bisa melakukan banyak hal, namun harus disertai dengan pemahaman mendalam tentang Bahasa pemrograman. Proses instalasinya memang cukup mudah, tapi untuk melakukan kustomisasi, diperlukan keterampilan teknis memadai.

Mengelola Website: Drupal vs WordPress

Drupal

Jika Anda bukan seorang web developer, akan terasa sulit untuk membuat website berbasi Drupal Anda tetap up to date. Anda tidak dapat memperbarui Drupal dari dalam UI itu sendiri. Karena ini harus dilakukan oleh pengembang yang berpengalaman.

Meskipun begitu, Drupal menawarkan penerapan SEO yang baik. CMS ini dibangun dengan perhitungan SEO. Anda dapat menemukan berbagai ekstensi untuk meningkatkan SEO, seperti Yoast SEO.

WordPress

WordPress akan memudahkan Anda untuk mengupdate setiap aspek pada website Anda. Mulai dari tema hingga plugin, semuanya bida dilakukan hanya beberapa kali klik dari dasbor Anda. Memperbarui elemen website akan menghindarkan masalah keamanan yang mungkin akan muncul di kemudian hari. WordPress juga dapat melakukan optimasi SEO berkat kehadiran plugin seperti Yoast SEO.

Kesimpulan

Secara umum, WordPress sangat mudah digunakan untuk mengelola dan memperbarui website Anda. Sementara integrase SEO juga gampang, dan dukungan komunitas yang besar membuat pengguna pemula lebih nyaman.

Sedangkan bagi Drupal, meskipun menawarkan kemampuan SEO yang andal, tetapi pengelolaan tergolong rumit untuk pemula.

Siapa yang lebih Cepat, Drupal atau WordPress?

Drupal VS WordPress

Drupal

Drupal dapat membantu Anda membangun website berkinerja tinggi dengan loading yang cepat. Ini karena Drupal tidak memerlukan sumber daya yang besar, sehingga memungkinkan komunikasi server yang cepat dan responsive.

WordPress

Intinya, WordPress menawarkan kinerja yang luar biasa. Tetapi jika Anda menggunakan terlalu banyak plugin, memilih tema yang buruk, dan gagal mengoptimalkannya dengan benar, maka kecepatan akan menurun.

Tetapi jika Anda mampu mengoptimalkan gambar, menggunakan plugin caching, memilih hosting terbaik, dan tema berkualitas bagus,kecepatan website Anda akan meningkat pesat.

Kesimpulan

Drupal mungkin lebih cepat berkat CMS yang ringan. Tetapi pengaturan konfigurasinya terhitung sulit. Sedangkan pada WordPress, kecepatan sebuah website sangat tergantung pada bagaimana optimalisasi yang dilakukan oleh penggunanya.

Drupal vs WordPress, mana yang lebih aman?

Drupal

Satu hal yang pasti, WordPress sangat memperhatikan aspek keamanan secara serius. Meski saat ini penggunanya tak sebanyak WordPress dan plugin keamanannya lebih sedikit, Drupal tetap memiliki risiko peretasan yagn kecil.

WordPress

Intinya, WordPress sangat aman. Namun, lazimnya plugin dan tema yang diciptakan pihak ketiga mampu menciptakan celah keamanan. WordPress memiliki ekosistem plugin dan tema yang masif sehingga ada kemungkinan besar untuk memasang tema atau plugin dengan coding yang buruk. Anda bisa menghadapi kerentanan tersebut dengan terus mengupdate system keamanan website WordPress Anda.

Kesimpulan

Secara umum, Drupal memiliki kemungkinan diretas yang lebih kecil karena marketnya yang kecil dan kecilnya ekosistem tema dan pluginnya. Sedangkan WordPress, tak kalah bagus aspek keamanannya, hanya saja, pemilihan tema dan plugin yang buruk akan berpengaruh pada celah keamanan website Anda.

Drupa vs WordPress, mana yang lebih fleksibel?

Drupal VS WordPress

Drupal

Kustomisasi Drupal dilakukan dengan berbagai ekstensi dan modul. Sekilas mirip dengan bagaimana plugin dan tema pada WordPress. Hasilnya, untuk melakukan kustomisasi Drupal akan sedikit lebih sulit jika tidak memiliki skill coding. Dan semua ekstensi tersebut pengaturannya hanya Anda yang bisa melakukannya.

WordPress

Wordpess memiliki banyak sekali pilihan tema dan plugin. Anda tak hanya akan menemukan plugin dan tema gratis, tetapi juga yang premium. Versi premium umumnya memiliki kualitas yang lebih bagus dan memiliki dukungan expert.

Kesimpulan

Jika Anda adalah seorang pemula yang ingin memiliki control penuh atas website Anda, WordPress bisa menjadi pilihan. Jika Anda cukup paham tentang pemrograman, menggunakan Drupal adalah pilihan yang bagus karena Anda bisa membuat website sesuai dengan keinginan Anda.

Keuntungan Drupal

Selain menawarkan opsi keamanan yang baik, Drupal juga memiliki kustomisasi konten yang mendalam dan kinerja yang solid. Berikut ini adalah beberapa keuntungan yang diberikan oleh Drupal:

  • Mendukung Tim yang luas

Drupal mempunyai system permission yang canggih, yang memungkinkan control manajemen pengguna yang lebih baik. Ini menawarkan kedalaman dan fleksibilitas yang lebih besar daripada wordPress.

  • Dukungan Multi Bahasa

Dukungan multi Bahasa disertakan pada instalasi inti. Jika Anda ingin membuat website dengan berbagai bahasa, Anda dapat dengan mudah melakukannya.

  • Bagus untuk organisasi konten

Jika Anda mempunyai konten yang beragam, maka Anda dapat menggunakan system taksonomi Drupal. Ini akan memberikan Anda fleksibilitas.

  • Kustomisasi Konten yang Solid

Drupal memungkinkan Anda membuat beberapa konten khusus dan jenis halaman. Meskipun Anda dapat menambahkan fungsionalitas serupa padaWordPress, ini adalah intinya dari Drupal.

Keuntungan WordPress

WordPress benar-benar bagus dalam fleksibilitas, kemudahan penggunaan, dan dukungan komunitas yang besar. Berikut ini adalah beberapa keunggulan yang ditawarkan oleh WordPress:

  • Kemudahan Penggunaan

Untuk para pemula dan webmaster non teknis, WordPress lebih mudah digunakan jika dibandingkan dengan Drupal. Anda hanya memerlukan sedikit waktu untuk mempelajari dasarnya, kemudian mengembangkan kemampuan Anda sendiri.

  • Fleksibel

Dengan tema dan plugin yang masif, Anda dapat membuat website sesuai keinginan Anda tanpa harus menyewa sorang pengembang.

  • Hemat Biaya

Selain hosting dan nama domain, Anda dapat dengan cepat membangun website yang profesional dengan tema dan plugin yang banyak sekali versi gratisannya.

  • Dukungan Komunitas yang Besar

Jika Anda mengalami masalah dengan WordPress Anda, solusinya adalah menemukan solusi dari masalah tersebut di internet. Dukungan komunitas yang besar dari WordPress akan sangat membantu Anda, sekaligus akan sangat meningkatkan keterampilan Anda.

Sobat Unlimited, demikianlah ulasan mengenai Drupal vs WordPress. Semoga dengan artikel ini, Anda mendapatkan pemahaman tentang CMS yang terbaik untuk Anda.

 

 

04. June 2020 · Comments Off on Shared Hosting vs Cloud Hosting: Mana Yang Lebih Bagus? · Categories: Tips · Tags: , , , ,

Ketika akan membuat sebuah website, terdapat beberapa hal yang harus Anda, sebegai pengguna untuk dipertimbangkan secara matang. Antara lain nama domain, memilih penyedia hosting terbaik, pemillihan jenis hosting yang tepat. Pemilihan hosting ini tentu saja tak boleh dianggap sebelah mata. Sampai saat ini terdapat setidaknya empat jenis hosting yang biasa digunakan oleh kebanyakan user. Keempat jenis hosting tersebut antara lain VPS hosting, dedicated hosting, shared hosting, dan cloud hosting. Pemilihan jenis hosting ini penting dilakukan pada saat akan membuat website karena akan sangat menentukan perjalan website Anda.

Tentu saja masing-masing tipe hosting tersebut memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing. Semua kembali lagi pada Anda untuk mempertimbangkan jenis hosting manakah yang sekiranya pas dengan kebutuhan Anda.

Sobat Unlimited, artikel ini akan secara mendalam membahas mengenai siapakah yang lebih antara Shared hosting vs cloud hosting. Untuk itu, simak artikel ini sampai selesai.

Pengertian Shared Hosting

Shared Hosting vs Cloud Hosting

Sebelum mulai lebih jauh membahas tentang shared hosting vs cloud hosting ,alangkah baiknya untuk mengetahui terlebih dahulu pengertian shared hosting. Shared hosting adalah jenis web hosting dimana satu server fisik menjadi host bagi beberapa website. Banyak pengguna yang menggunakan resource bersama agar menjaga biaya tetap rendah.

Masing-masing pengguna mendapatkan bagian dari server dimana mereka dapat meng-host file di website. Server bersama dapat menampung ratusan pengguna. Setiap pelanggan yang mengggunakan server shared hosting akan mendapatkan akses ke fitur-fitur seperti basis data, traffic bulanan, disk space, akun email, akun FTP, dan add ons lain yang ditawarkan oleh hosting.

Sumber daya system dibagikan berdasarkan permintaan oleh pelanggan di server, dan masing-masing mendapatkan persentase dari RAM dan CPU. Serta elemen lain seperti server MySQL tunggal, server Apache, dan server email.

Pengertian Cloud Hosting

Sedangkan pengertian cloud hosting adalah sebuah layanan hosting dimana data website milik pengguna ditempatkan di lebih dari satu server. Data website ini termasuk juga dengan jumlah resource atau sumber daya pengguna. Inilah yang menyebabkan cloud hosting hampir jarang mengalami downtime. Saat salah satu server bermasalah, aktivitas website tersebut akan di-backup oleh server lain yang masih bekerja secara normal. Keunggulannya ini menjadikan cloud hosting dapat menampung lalu lintas dalam kapasitas yang sangat besar.

Selain itu, pengguna juga dapat menambahkan jumlah server sesuai dengan kebutuhan websitenya. Pengelolaan cloud hosting juga fully managed, yang mana sama dengan shared hosting. Dalam arti, segala hal yang berkaitan dengan hal teknis, seperti perawatan, pemeliharaan, dan penanganan masalah saat terjadi problem menjadi tanggung jawab penyedia layanan hosting.

Shared Hosting dan Cloud Hosting

Keduanya, shared hosting dan cloud hosting mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Lalu untuk menentukan mana yang lebih baik, silakan untuk menyimak perbandingan di bawah ini:

Kapasitas dan Performa

Shared Hosting vs Cloud Hosting

Tahukah Anda, bahwa sebuah server shared hosting memiliki sumberdaya dalam jumlah yang sangat besar. Hanya saja, kapasitas penyimpanan, RAM, dan bandwith pada server tersebut digunakan oleh semua penggunanya. Inilah yang menyebabkan sumber daya dari shared hosting tampak sangat terbatas. Terbatasnya jumlah kapasitas ini tentu saja akan mempengaruhi performa website penggunanya. Belum lagi karena beban dari pengguna lain. Oleh sebab itu, bagi toko online dan website korporat sangat disarankan untuk tidak menggunakan hosting jenis ini.

Sedangkan pada layanan cloud hosting, mempunyai kapasitas yang terdedikasi untuk website penggunanya. Selain itu, data Anda sebagai pengguna akan disimpan dalam beberapa server sekaligus dengan jumlah sumber daya yang sama. Dengan fitur macam ini, website yang menggunakan cloud hosting kecil kemungkinan untuk mengalami downtime.

Keamanan

Salah satu fitur yang sangat penting sebelum membeli layanan hosting adalah masalah keamanan. Terlebih lagi jika website Anda dapat menyimpan data dan transaksi dari orang lain. Namun umumnya, pengguna harus menambahkan fitur keamanan pada akun hosting mereka. Dan banyak penyedia hosting yang menyediakan layanan ini secara gratis.

Skalabilitas

Shared Hosting

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, layanan shared hosting memberikan kapasitas penyimpanan, bandwith, dan RAM dalam kapasitas yang besar. Hanya saja Anda harus berbagi server dengan banyak pengguna atau website lainnya. Dan karena Anda adalah pengguna web hosting jenis ini, Anda tidak bisa menambah jumlah server yang digunakan. Dengan kata lain, pengguna hanya dapat mengelola sebuah website yang tidak banyak menerima banyak traffic.

Cloud Hosting

Layanan cloud hosting berbeda dengan shared hosting pada masalah skalabilitas. Cloud hosting memberikan keleluasaan lebih terhadap jenis website yang ingin dibangun. Anda hanya perlu memilih jumlah server yang ingin digunakan. Sembari mengikuti perkembangan website, Anda dapat membeli layanan cloud hosting yang memberikan kapasitas penyimpanan sumber daya yang besar.

Kemudahan Penggunaan

Shared Hosting vs Cloud Hosting

Tidak semua orang mempunyai latar belakang dalam dunia IT. Dan ketidaktahuan tentang pengoperasional layanan web hosting bisa menjadi sebuah halangan untuk menggunakannya. Kabar baiknya adalah, shared hosting dan cloud hosting mudah dipelajari dan digunakan. Konfigurasi dan pemeliharaan server untuk kedua jenis layanan ini dilakukan oleh penyedia web hosting tersebut.

Perbandingan Shared Hosting dan Cloud Hosting

Kapasitas dan Performa

Shared Hosting

  • Menggunakan satu server
  • Sumber daya digunakan bersama
  • Aktivitas pengguna lain sangat mempengaruhi performa website Anda

Cloud Hosting

  • Menggunaan beberapa server
  • Sumber daya terdedikasi
  • Performa Anda tidak dipengaruhi pengguna lain

Keamanan

Shared Hosting

  • Memberikan fitur keamanan gratis seperti sertifikat SSL

Cloud Hosting

  • Sertifikat SSL

Skalabilitas

Shared Hosting

  • Hanya bisa digunakan untuk website skala kecil
  • Hanya bisa menampung traffic tinggi

Cloud Hosting

  • Mampu menambah jumlah server sesuai dengan kebutuhan
  • Memungkinkan membuat website yang kompleks
  • Dapat menampung traffic dalam jumlah besar

Kemudahan Penggunaan

Shared Hosting

  • Konfigurasi dan pengelolaan server dilakukan oleh penyedia hosting

Cloud Hosting

  • Konfigurasi dan pengelolaan server dilakukan oleh penyedia hosting

Kesimpulan

Sobat Unlimited, masing-masing layanan web hosting memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jika Anda adalah pengguna yang sedang belajar seluk beluk website, shared hosting adalah pilihan yang tepat.Selain berbiaya rendah, juga mudah digunakan oleh pengguna awam. Sedangkan jika Anda cukup ahli dibidang IT, bisa menggunakan Cloud Hosting sebagai pilihan. Semua terserah pada Anda sebagai pengguna. Semoga artikel ini bermanfaat.

 

02. June 2020 · Comments Off on VPS vs Cloud Hosting: Mana Yang Lebih Baik? · Categories: Tips · Tags: , , , , ,

Saat menentukan akan membuat website, ada beberapa hal yang harus Anda pertimbangkan secara matang. Selain nama domain, atau memilih penyedia web hosting terbaik, ada satu hal lagi yang tak boleh Anda lupakan. Yaitu adalah pemilihan jenis hosting yang tepat. Hingga saat ini, setidaknya terdapat empat henis hosting yang umum digunakan. Keempatnya antara lain dedicated hosting, shared hosting, VPS hosting, dan Cloud Hosting. Pemilihan jenis hosting yang tepat ini sangat penting dilakukan di awal karena akan sangat menentukan perjalanan website Anda. Tentu, masing-masing tipe jaringan hosting tadi mempunyai keunggulan dan kekurangannya masing-masing. Kembali lagi, Anda harus mempertimbangkan mana yang sekiranya pas dengan kebutuhan Anda. Sobat Unlimited, artikel ini akan membahas secara mendalam mana yang lebih baik antara VPS vs cloud hosting. Untuk itu, simak artikel ini sampai habis.

Pengertian VPS

Sesuai dengan namanya, virtual private server, Anda sebagai pengguna akan mendapatkan layanan bertipe virtual. Selain itu, Anda juga diberikan kebebasan untuk memilih system operasi yang akan Anda gunakan. Bisa menggunakan Windows atau Linux. Semua bergantung pada preferensi Anda sebagai pengguna dan pemiliki website. Salah satu hal yang paling disukai oleh kebanyakan pengguna VPS adalah adanya akses langsung ke root. Hal ini tentu saja bukan tanpa manfaat. Dengan akses root, Anda dapat melakukan kustomisasi server di dalamnya.

Pembagian resource atau sumber daya adalah keunggulan pada VPS. Karena VPS adalah bagian dari shared web hosting, Anda bisa menginstal software panel yang diinginkan untuk dibagi menjadi shared web hosting. Dari sini, Anda bisa melakukan pembagian server dengan perangkat lunak virtualisasi berkat adanya server fisik. Jadi, Anda bisa menampung banyak guest di dalam server tersebut.

Hanya saja, VPS memiliki beberapa keterbatasan yang mungkin sulit diterima sebagian orang. Apa itu? Karena berbasis shared hosting, akan ada beberapa pembatasan yang Anda dapatkan. Namun sayangnya, Anda perlu memiliki keahlian teknis untuk bisa menggunakan VPS dengan maksimal.

VPS vs Cloud Hosting

Pada umumnya, cara kerja cloud hosting bekerja sama persis seperti VPS. Namun, alih-alih bergantung pada satu server fisik, cloud hosting bekerja dengan beberapa server sekaligus. Itu juga alasan mengapa layanan ini disebut sebagai cloud hosting. Layaknya gumpalan awan, begitu pula dengan jumlah server virtual yang jumlahnya tak terbatas.

Cloud hosting sendiri seperti sebuah apartemen. Apartemen umumnya sudah ditata dengan baik dan memiliki furnitur yang lengkap. Jadi, Anda tinggal jalan memakainya saja. Dan berbeda dengan VPS hosting, Anda tak perlu memiliki keahlian teknis khusus untuk bisa memakainya. Tak perlu ribet dengan berbagai opsi pengaturan ini dan itu. Tinggal terima beres saja.

Perbedaan VPS vs Cloud Hosting

Diatas, Anda sudah membaca mengenai perbedaan definisi dari VPS dan cloud hosting. Hanya saja, untuk memutuskan jeis hosting apakah yang Anda gunakan jika hanya dari sedikit bacaan diatas tentu akan sangat kurang. Karena itu, bagian selanjutnya dari artikel ini akan mengupas perbedaan VPS dan Cloud hosting secara lebih dalam.

Dan agar memudahkan Anda para pembaca, pembahasan kali ini akan menggunakan beberapa indicator sebagai bahan perbandingan. Berikut ini adalah perbandingan VPS vs cloud hosting.

Kustomisasi

Salah satu keunggulan dari VPS adalah bisa dilakukan dengan kustomisasi dengan sangat luas. Apalagi jika Anda menguasai bahasa pemrograman dan keahlian teknis website lainnya. Dan salah satu contoh dari kustomisasi yang bisa Anda lakukan di VPS adalah pada pemilihan panel. Menggunakan VPS, Anda bisa bebas memilih untuk memakai cPanel (WHM), Webuzo, Plesk, VestaCP, maupun panel lainnya.

Bagi Anda yang memang bekerja di bidang agensi web ataupun pengembang website, pilihan kustomisasi ini akan sangat berguna untuk Anda.

Di sisi lain, cloud hosting tidak memiliki opsi kustomisasi seperti yang dapat ditemui di VPS. Hal ini karena segala konfigurasi server yang telah dilakukan oleh penyedia jasa cloud hosting, atau biasa disebut dengan fully managed. Dengan begitu, tak akan banyak waktu yang Anda habiskan untuk mengurus hal-hal yang lebih teknis. Dengan demikian, Anda bisa lebih fokus untuk mengelola usaha Anda.

VPS vs Cloud Hosting

Kapasitas

Di VPS, penambahan dan pengurangan kapasitas dapat dilakukan dengan mudah. Terdapat dua jenis ugrade dan scaling yang bisa dilakukan pada VPS. Yaitu vertical scaling dan horizontal scaling. Vertical scaling berarti penambahan kapasitas dari sisi server. Hal ini bisa berarti perubahan system operasi, RAM, hingga disk space. Sedangkan horizontal scaling berarti penambahan jumlah layanan VPS.

Kapasitas cloud hosting juga bisa ditambahkan dengan mudah, cepat, dan tak terbatas. Sangat mungkin menambahkan kapasitas sebesar apapun di cloud hosting. Dan kabar baiknya adalah, kecil kemungkinan website Anda akan down saat menjalai proses upgrade ini.

Performa

Secara default, VPS sudah menjanjikan performa yang tinggi. Hal yang Anda dapatkan ketika memiliki server fisik yang memadai. Bahkan karena performanya yang tinggi ini, Anda bisa mempunyai beberapa website sekaligus dengan panel admin khusus pada masing-masing website.

Hanya saja karena sifatnya yang self managed hosting, performa sebenarnya akan sangat bergantung pada konfigurasi yang Anda lakukan.

Untuk cloud hosting, pada sisi performa juga menjanjikan performa yang tinggi. Yang jadi pembeda adalah, Anda tak dibebani pekerjaan untuk membuat performanya menjadi maksimal. Spesifikasi dan fitur dari penyedia hosting lah yang akan menentukan seberapa bagus performa website Anda.

Secara teknis, performa cloud hosting tak tertandingi berkat system server virtual. Ketika ada satu server yang sibuk, server lain akan mengambil alih pekerjaan. Hal inilah yang memperkecil kemungkinan website Anda mengalami down.

Keamanan

Tingkat keamanan VPS sejatinya sangat bergantung pada penggunanya. Pengetahuan dan kemampuan Anda soal keamanan website akan menentukan tingkat keamanan VPS yang Anda pakai. VPS juga aman dari sisi fisik. Keberadaan server fisik memungkinkan dilakukannya pengamanan yang bersifat offline.

Cloud hosting juga tak mau kalah dalam aspek keamanan. Yang membedakannya adalah, Anda tak perlu repot-repot melakukan apapun untuk menjamin keamanan website.

VPS vs Cloud Hosting

Harga

Pada sisi harga, umumnya VPS mematok harga yang lebih terjangkau jika dibandingkan dengan cloud hosting. Ini karena pengoperasian VPS dilakukan secara mandiri oleh pengguna. Kemampuan teknis yang bagus membuat Anda tak perlu mengeluarkan biaya lebih untuk fitur tambahan.

Sedangkan cloud hosting, pada sisi harga memang lebih tinggi dari pada VPS. Tak heran memang, karena Anda hanya tinggal duduk manis dan fokus membuat website. Selain itu, cloud hosting juga menjanjikan performa yang tinggi dan fleksibilitas untuk upgrade kapasitas.

Jadi mana hosting yang cocok untuk Anda? Jika Anda adalah orang yang paham hal teknis website, VPS bisa dijadikan pilihan. Sedangkan kalau Anda tidak mempunyai kehlian teknis dan ingin segalanya serba mudah, cloud hosting adalah pilihan yang tepat.

01. June 2020 · Comments Off on Apa Perbedaan Cloud Hosting dan Web Hosting Tradisional? · Categories: Tips · Tags: , , , ,

Istilah cloud hosting tentunya bukan hal yang baru khususnya bagi Anda yang sudah lama mengelola website. Pada umumnya, hosting disewakan dalam kapasitas tertentu sesuai dengan kebutuhan. Semakin besar kapasitasnya maka semakin mahal juga harga yang harus dibayar. Dengan beragamnya kebutuhan akan layanan hosting, maka tak heran jika Anda bisa menemukan banyak pilihan saat akan memilihnya. Hosting juga merupakan layanan yang digunakan untuk menyimpan data-data dalam sebuah website. Dengan layanan tersebut maka informasi yang tercantum pada website pun dapat diakses oleh pengguna melalui internet dengan sangat mudah.

Cloud hosting dan web hosting merupakan dua istilah yang berbeda. Namun beberapa orang masih menganggapnya sama. Jika Anda memilih layanan hosting, maka informasi yang ada pada website dapat dengan mudah diakses oleh pengguna melalui internet. Data yang dimaksud bisa berupa file dokumen, gambar, program, hingga database. Ketika Anda menginginkan website yang bisa diakses oleh publik lewat internet, maka layanan hosting ini tidak dapat diabaikan.

Pengertian Cloud Hosting dan Web Hosting

Perbedaan Cloud Hosting dan Web Hosting Tradisional

Cloud hosting adalah inovasi layanan hosting yang memungkinkan Anda untuk menyimpan data di sebuah cloud. Jika Anda memakai cloud hosting, maka data Anda akan disimpan pada sebuah server virtual di dalam internet. Layanan ini tidak memakai ruang penyimpanan fisik atau hardware. Pada dasarnya,  Arsitektur cloud hosting ini lebih aman saat terjadi masalah pada server. Server lain yang masih normal akan mengantikan tugas server yang sedang bermasalah sehingga tidak ada website yang akan terdampak dari permasalahan server yang sedang terjadi.

Lalu, apa itu web hosting?

Ini merupakan layanan hosting yang paling sering dipakai pengguna awam karena sudah ada sejak lama dan sudah digunakan banyak orang. Dengan memakai layanan ini, maka data yang ada pada website Anda akan disimpan dalam 1 server pada sebuah hardware.

Sesuai dengan kebutuhan klien, web hosting tradisional berkembang menjadi beberapa jenis, yaitu;

  • Shared web hosting

Bagi para pemula, shared web hosting merupakan primadona. Hal ini karena layanan yang satu ini murah (beberapa bahkan gratis) dan memang sudah banyak digunakan orang. Dalam shared web hosting, sebuah server akan dibagi sesuai dengan kapasitasnya dan kemudian digunakan oleh beberapa situs sekaligus.

  • Dedicated web hosting

Perbedaan Cloud Hosting dan Web Hosting Tradisional

Berbeda dengan layanan shared hosting akan berbagi server dengan beberapa pengguna lainnya, dedicated web hosting  server hanya akan digunakan oleh situs milik Anda. Dengan keunggulan ini, tentu saja harga yang dipatok akan jauh lebih mahal dibandingkan shared web hosting.

  • VPS web hosting

Dengan menggunakan VPS (Virtual Private System),maka Anda masih akan berbagi server. Namun Anda juga akan dibekali dengan sebuah server. Dengan demikian kapasitas penyimpanan memori serta CPU usage pun akan lebih longgar sehingga performa situs Anda bisa lebih baik.

  • Managed web hosting

Layanan hosting yang satu ini akan memungkinkan Anda untuk mendapatkan sebuah server sesuai dengan kebutuhan website.  Maksudnya adalah server yang disewakan pada Anda akan datang dengan segala hal yang memang dibutuhkan oleh website. Biayanya mungkin akan lebih mahal. Akan tetapi Anda tidak perlu kesulitan untuk mengatur website lagi.

Apa Perbedaan Cloud Hosting dan Web Hosting?

Berhubung masih banyak orang yang sulit membedakan keduanya, berikut perbandingan secara detail tentang bagaimana perbedaan antara cloud hosting dan web hosting;

1.Dari segi biaya

Jika dilihat dari segi biaya, penggunaan cloud hosting tentunya cukup mengeluarkan dana sesuai dengan layanan yang didapat. Namun, Anda tidak perlu lagi mengeluarkan dana tambahan untuk server yang mungkin tidak Anda gunakan. Jika diibaratkan, pembiayaan cloud hosting serupa dengan membayar tagihan listrik atau biaya berlangganan operator seluler.

Bagaimana dengan web hosting? Ketika Anda menggunakan layanan web hosting tradisional, maka Anda harus membayar server yang digunakan dengan hardware. Padahal kenyataanya ruang tersebut juga digunakan oleh user lain. Biaya ini akan membengkak jika Anda memutuskan untuk membeli web hosting tradisional tipe dedicated.

2.Performa

Perbedaan Cloud Hosting dan Web Hosting Tradisional

Dalam memilih layanan cloud hosting, Anda tidak memiliki ruang penyimpanan fisik karena pada dasarnya layanan ini merupakan sebuah layanan virtual. Anda memang akan menggunakan layanan ini dengan user lain, namun jika terdapat kendala seperti loading yang lamba,  server cloud Anda akan segera dipindahkan oleh sistem. Hasilnya, Anda tidak lagi merasakan kendala tersebut dan performa website pun bisa tetap prima.

Hal ini tentunya berbeda dengan layanan web hosting,  layanan ini menyediakan server yang digunakan oleh beberapa user sekaligus. Akibatnya kapasitas ruang penyimpanan serta bandwidth yang tersedia pun juga akan terbatas. Jadi tidak mengherankan jika website memerlukan waktu yang lebih lama untuk loding.

3.Jika dilihat dari kontrol data

Untuk penggunaan cloud hosting, selama Anda menyewa space tertentu dalam cloud server, maka ruang tersebut berada dalam control Anda sepenuhnya. Akan tetapi jika dalam web hosting tradisional Anda bisa terdampak risiko performa web melambat karena bandwidth yang dibagi dengan user lain. Maka hal tersebut tidak terjadi pada cloud hosting. Ini karena cloud server akan segera memindahkan Anda ke server yang lebih lapang saat bandwidth terbatas.

Namun, pada web hosting tradisional Anda harus berbagi dengan user lain sehingga tidak ada kendali yang utuh terhadap server yang telah dibeli. Sebagai ilustrasi, apabila user lain menginginkan performa yang lebih baik maka website Anda pun akan berisiko menjadi lambat dan lebih susah diakses.

Manakah pilihan yang tepat untuk website Anda? Cloud hosting atau web hosting? Di sini Anda bisa melihat sesuai dengan kebutuhan Anda. Pilihlah layanan hosting yang bisa mengakomodir kebutuhan Anda.

Ada beberapa pertimbangan yang memang membuat cloud hosting menjadi pilihan layanan terbaik untuk Anda. Namun ada juga beberapa kondisi yang menyebabkan web hosting tradisional justru lebih baik. Misalnya untuk para pemula, web hosting tradisional menjadi pilihan yang tepat untuk Anda karena biayanya murah dan sudah bisa mengakomodasi kebutuhan.

Situs maupun blog tentunya memiliki kebutuhan yang berbeda. Bila Anda memilih penyedia layanan hosting, ingatlah bahwa yang Anda inginkan adalah memilih hosting yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Karena sebenarnya, Anda mencari hosting terbaik untuk kebutuhan Anda.

Itulah perbedaan antara cloud hosting dan web hosting. Jangan lupa jika Anda membutuhkan hosting dengan harga yang murah bisa langsung ke Unlimited. Di sini Anda bisa mendapatkan berbagai fitur web hosting murah dan berkualitas serta layanan 24 jam setiap hari  yang akan membantu Anda dalam mengatasi kendala.

28. May 2020 · Comments Off on Bagaimana Cara Upgrade WordPress Dari cPanel? · Categories: Tips · Tags: , , , ,

Mempelajari cara upgrade wordpress sangatlah penting khususnya bagi Anda yang memiliki website dan mengelolanya untuk bisnis online. Bagi pengguna wordpress, maka Anda harus tahu kalau wordpress selalu merilis versi terbaru dengan perbaikan dari versi sebelumnya. Anda harus selalu menggunakan wordpress karena banyak keuntungan yang akan Anda dapatkan. Bagi Anda yang sudah lama menggunakan CMS wordpress, mungkin ketika login sebagai admin akan sering melihat referensi untuk melakukan upgrade wordpress ke versi terbaru. Banyak yang bertanya mengenai cara mengupgrade WordPress dengan cara manual.

Cara upgrade wordpress sebenarnya sangat mudah dan cepat. Ini bisa dilakukan secara manual dan otomatis. Selain itu Anda juga perlu tahu bahwa wordpress selalu memberikan pemberitahuan update wordpress melalui dashboard. Jika sudah muncul pemberitahuan seperti itu, maka Anda bisa langsung klik dashboard, lalu menuju ke menu update. Di menu update Anda bisa memasang versi terbaru WordPress dengan sekali klik saja.

Apa saja langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk memasang wordpress versi terbaru?

Sebelum mengetahui bagaimana cara update wordpress manual di cPanel, Anda harus memperhatian langkah-langkah. berikut ini;

Cara upgrade wordpress

Cara upgrade wordpress

1. Lakukan backup data

Hal ini sangat penting dilakukan sebelum update wordpress manual. Lakukan backup data website terlebih dahulu sebagai langkah antisipasi jika Anda membuat kesalahan dalam proses update wordpress versi terbaru. Ini juga untuk meminimalisir data yang hilang akibat melakukan upgrade.

2. Matikan plugin

Melakukan upgrade wordpress tentunya tidak boleh asal-asalan saja. Di sini Anda juga harus mematikan semua plugin yang ada di website Anda. ini bertujuan untuk meminimalisir website agar tidak terjadi eror karena terlalu banyak plugin yang diinstal.

3. Mengunduh wordpres versi terbaru

Anda bisa langsung mengunduh wordpress versi terbaru melalui pemberitahuan yang sudah dikirimkan di dashboard. Biasanya pemberitahuan untuk upgrade ke versi terbaru. Jika tidak ada, Anda bisa langsung mengunjungi situs resmi wordpress untuk mendapatkan versi terbaru.

4. Unzip file wordpress

Setelah Anda mengunduh file dalam bentuk ZIP, Anda perlu unzip file tersebut menggunakan WinRAR atau WinZIP. Anda sudah unzip folder WordPress dan mendapatkan beberapa sub-folder seperti wp-admin, wp-includes, dan wp-content. Hal ini tentu akan memudahkan Anda menuju langkah selanjutnya.

5. Buka direktori root website

Langkah ini bisa dilakukan dengan menggunakan FileZilla. Yang perlu Anda lakukan pada langkah ini adalah menghapus folder ‘wp-admin’ dan ‘wp-includes’. Biasanya folder tersebut terletak di sebelah kanan. Kemudian Anda bisa menghapus kedua folder tersebut.

6. Upload versi terbaru

Pada bagian ini, Anda bisa melakukan upload ke versi terbaru. Jika sebelumnya Anda telah menghapus ‘wp-admin’ dan ‘wp-includes’. Selanjutnya di bagian ini Anda perlu mengunggah versi terbaru yang sudah Anda unduh sebelumnya.Pada direktori sebelah kiri, Anda bisa menemukan folder wordpress yang sudah Anda unduh sebelumnya. Kemudian upload ‘wp-admin’ dan ‘wp-includes’ versi terbaru.

Cara upgrade wordpress

Cara upgrade wordpress

7. Lakukan update wordpress database

Pada bagian ini akan muncul notifikasi dari wordpress bahwa update telah berhasil dilakukan dan diperlukan update database. Update database wordpress adalah langkah terakhir dan wordpress Anda sudah diupdate ke versi terbaru.

Bagaimana Cara Upgrade WordPress Dari cPanel?

Ketika membuka wordpress, Anda tentu pernah mengalami yang namanya http error 500 atau page blank. Hal ini biasanya dialami pada versi wordpress yang tidak terupdate / versi lama. Saat kita ingin melakukan update melalui dashboard, tetapi masih terkendala dengan error yang dialami memang sangat mengganggu. Tapi jangan khawtir karena Anda bisa melakukan update manual melalui cPanel.

Berikut cara mudah upgrade wordpres manual melalui cPanel;

1. Lakukan download file instalasi wordpress versi terbaru pada halaman : https://wordpress.org/download/

2. Ketika file sudah berhasil diunduh, maka selanjutnya pilih file tersebut bisa langsung Anda extract ke sebuah folder baru

Di sini terdapat beberapa file yang sudah di extract. Kemudian pilih semua file (tanpa folder wp-content), lalu klik kanan, kemudian pilih add to archive dan simpan semua file tersebut menjadi file ekstensi .zip. Nantinya akan ada langkah yang akan memudahkan Anda untuk melakukan pengaturan di sini.

3. Masuk ke cPanel

Langkah selanjutnya Anda bisa langsung masuk ke Cpanel
Cari bagian file manager > public_html. Kemudian langsung pilih menu upload lalu silakan pilih file yang telah dibuat menjadi .zip tersebut. File manager secara otomatis akan melakukan proses upload pada file yang dipilih. Jika sudah status akan berubah menjadi complete.

4. Extract file tersebut dengan direktori /public_html

Pada bagian ini Anda sudah berhasil melakukan upgrade pada wordpress. Issue lain munculnya http 500 bisa berasal dari tema, plugin dan script wordpress yang corrupt/tidak sempurna. Pastikan Anda juga melakukan pengecekan pada plugin, tema dan script worpress.

Cara upgrade wordpress

Cara upgrade wordpress

Bagi Anda yang sibuk dan tidak sempat untuk memasang wordpress versi terbaru secepat mungkin, Anda bisa menggunakan bantuan plugin, yaitu Easy Updates Manager. Plugin ini akan membantu Anda untuk memasang versi terbaru dari wordpress, template, hingga plugin secara otomatis. Update wordpress ke versi terbaru merupakan langkah penting dalam memelihara website Anda. Dengan memasang wordpress versi terbaru, Anda telah meningkatkan keamanan dan performa website.

Mengapa Melakukan Upgrade WordPress Sangat Penting?

WordPress merupakan salah satu CMS yang sering melakukan update untuk versi terbaru daripada CMS lainnya. Hal ini cukup wajar mengingat status wordpress sebagai salah satu CMS terbaik dan paling populer di dunia saat ini. Lalu, seberapa penting melakukan update pada wordpress?

Berikut pentingnya melakukan upgrade pada wordpres;

1. Meningkatkan performa wordpress

Pengembang wordpress akan meningkatkan kinerja wordpress itu sendiri. Begitu juga yang dilakukan pengembang template dan plugin. Melakukan upgrade pada wordpress juga akan meningkatkan performanya.

2. Menjaga keamanan wordpress

WordPress merupakan target populer untuk hacker, distributor kode berbahaya, dan pencurian data. Ini berarti bahwa jika Anda tidak menggunakan versi terbaru dari wordpress, maka Anda menggunakan perangkat lunak dengan kerentanan keamanan yang sangat mudah diketahui hacker. Hacker dapat mencari situs-situs yang menjalankan versi lama, dan Anda mungkin menjadi korban dari serangan hacker.

3. Memberikan akses ke fitur baru

WordPress selalu menyediakan fitur baru yang bermacam-macam. Jika Anda ingin mendapatkannya, maka Anda harus selalu update dengan wordpress terbaru.

Cara upgrade wordpress

Cara upgrade wordpress

4. Meningkatkan kecepatan website

Pengembang wordpress selalu berusaha untuk membuat hal-hal lebih cepat untuk mengikuti perkembangan zaman di wordpress. Setiap Anda melakukan upgrade wordpress, maka akan meningkatkan kinerja yang membuat WordPress berjalan lebih cepat dan lebih efisien.Kecepatan sebuah wordpress adalah faktor besar dalam SEO sehingga Anda harus selalu melakukan update dan memastikan manfaat kinerja yang maksimal.

Demikianlah cara mudah upgrade wordpress. Jangan lupa jika Anda membutuhkan hosting dengan harga yang murah bisa langsung ke Unlimited. Di sini Anda bisa mendapatkan berbagai fitur web hosting murah dan berkualitas serta layanan 24 jam setiap hari  yang akan membantu Anda dalam mengatasi kendala.

26. May 2020 · Comments Off on Selamat IdulFitri 1441 H Mohon Maaf Lahir dan Batin dari Unlimited · Categories: Tips

Yth Pelanggan Unlimited.ID,

Segenap staff dan manajemen Unlimited.ID mengucapkan

Selamat Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1441 Hijriah

Bersihkan Hati, Sucikan Diri, di Hari Yang Fitri Mohon Maaf Lahir & Batin.

Bersama ini kami sampaikan mengenai informasi Layanan Unlimited selama lebaran :

 

  • 24-25 Mei 2020 : OFFLINE
  • 26-27 Mei 2020 : 08.00 – 16.00 WIB

Unlimited.ID akan kembali melayani pukul 08:00 – 00:00 WIB mulai hari Kamis,28 Mei 2020.

Selama layanan offline berlangsung untuk konfirmasi dan kendala teknis bisa melalui email ke info@unlimited.id.

 

 

26. May 2020 · Comments Off on Apa Itu HTML5, Bagaimana Perbedaannya Dengan Versi Lainnya? · Categories: Tips · Tags: , , , ,

HTML atau HyperText Markup Language adalah Bahasa pemrograman standar yang digunakan untuk membuat sebuah halaman website. More »